Kontribusi CSR, Fakta Atau Fiktif ?

Selain itu, sebagai penghasil CPO terbesar kedua di Indonesia, Kalbar tidak merasakan bagi hasil pajak ekspor dari hasil sawit.

Kontribusi CSR, Fakta Atau Fiktif ?
ISTIMEWA
Kontribusi CSR, Fakta Atau Fiktif ? 

Penulis, Dyen Natalia SE,  Mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak

Kontribusi CSR, Fakta Atau Fiktif ?

Di tengah perkembangan dan persaingan yang semakin tinggi, dorongan tanggung jawab yang diterima perusahaan tidak hanya dari aspek ekonomi, namun juga pada aspek sosial dan lingkungan.

Konsep ini dikenal dengan three bottom line di mana perusahaan harus memperhatikan people (sosial), planet (lingkungan) dan profit (laba) dalam setiap kegiatan perusahaan untuk menjaga keberlangsungan perusahaan.

Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial merupakan konsep pembangunan berkelanjutan berwawasan sosial lingkungan yang apabila dijalankan dengan baik maka akan memberikan dampak positif bagi perusahaan dan lingkungan sekitarnya.

Dengan implementasi CSR, perusahaan dapat mengembangkan SDM di lingkungan internal perusahaan maupun lingkungan masyarakat sekitar, membangun relasi yang baik dengan lingkungan sosial, meningkatkan citra dan brand merek perusahaan, serta memberikan inovasi bagi perusahaan yang pada akhirnya dapat mendorong keberlangsungan perusahaan.

Baca: Teknologi Informasi Sebagai Penunjang Kesuksesan Perusahaan Manufaktur

Baca: Keunggulan Kompetitif Sebagai Faktor Kesuksesan Sebuah Perusahaan

Baca: Kualitas Pelayanan pada Kepuasan Pasien di Puskesmas

CSR pertama kali dibahas dalam Earth Summityang dilaksanakan pada tahun 1992 di Rio de Janeiro.

Pertemuan tersebut menekankan pentingnya manajemen lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Pemaparan CSR telah menjadi kewajiban sesuai perkembangan peraturan pemerintah Indonesia yang diatur dalam Undang-undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 Pasal 74, di mana perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang yang berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial.

Pada dasarnya, kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan sumber daya alam dapat memberikan implikasi positif dan negatif terhadap lingkungan sekitarnya.

Halaman
123
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved