Perkenalkan Organisasi, DPD Repdem Kalbar Lakukan Konsolidasi

Harapannya di REPDEM kader-kader pontensial anak muda yang ingin berkarya disemua lini secara khusus bidang Politik

Perkenalkan Organisasi, DPD Repdem Kalbar Lakukan Konsolidasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ketua DPD Relawan Perjuangan Remokrasi (REPDEM) Kalimantan Barat (Kalbar), Paulus Ade Sukma Yadib berfoto bersama Wakil Bupati Kubu Raya 

Perkenalkan Organisasi, DPD Repdem Kalbar Lakukan Konsolidasi

SINGKAWANG - Ketua DPD Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) Kalimantan Barat (Kalbar), Paulus Ade Sukma Yadi menyampaikan bahwa REPDEM saat ini sedang konsolidasi dengan beberapa petinggi DPD PDIP KALBAR untuk memperkenalkan REPDEM.

Organisasi ini diharapkan menjadi wadah anak muda yang melek akan situasi dan kondisi Indonesia saat ini.

"Harapannya di REPDEM kader-kader pontensial anak muda yang ingin berkarya disemua lini secara khusus bidang Politik, mengingat REPDEM merupakan organisasi resmi yang sifatnya relawan tentu kita harus bekerja dengan niat yang tulus, dengan semangat Gotong Royong," katanya, Kamis (17/10/2019).

Baca: Rajuliansyah : KOPRABUH Wadah Cari Solusi Daun Kratom

Baca: Yohanis Tegaskan Tak Ada Pemerintah Larang Kelola Daun Kratom

Saat ini anak muda diharapkan ada gerakan khususnya dalam memerangi aliran-aliran radikalisme yang saat ini merajalela.

Semua melihat beberapa kejadian nyata banyak sekali paham intoleran telah masuk bahkan mengerumuni kaum intelektual baik itu dikalangan mahasiswa maupun kalangan pelajar.

Bahkan jika melihat di medsos bertubi-tubi postingan-postingan yang bersifat tidak menghargai pejabat negara.

"Beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan adanya penusukan terhadap Pak Wiranto selaku Menkopolhukam, tak lama berselang ada cuitan dan postingan istri dari Aparat keamanan negara yang berakhir dengan pemecatan suaminya akibat postingan tentang Wiranto," tuturnya.

Pola pikir seperti ini harusnya diantisipasi mengingat negara ini tunduk akan hukum.

Negara ini berlandaskan PEMBUKAAN UUD 1945 PANCASILA, BHINEKKA TUNGGAL IKA DAN NKRI keempat pilar kebangsaan tersebut jelas menjadi landasan Bangsa yang berlambang Garuda (INDONESIA).

Negara Indonesia sangat kaya akan adat budaya jika semua SDM mampu memahami akan adanya perbedaan adalah sebuah keindahan, bukan untuk saling menghujat, tidak untuk saling merasa benar, melainkan dengan berbeda suku agama, adat budaya semakin bangga dengan Indonesia karena NKRI adalah negara keberagaman.

Baca: SEDANG Berlangsung, LIVE SCORE PSMS Medan Vs Persiraja Liga 2 2019 - Skor Masih 0-0

Halaman
123
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved