Lomba Kadarkum Untuk Memantapkan dan Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Kalbar

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H.Ria Norsan membuka acara Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) Tingkat Provinsi Kalbar.

Lomba Kadarkum Untuk Memantapkan dan Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama Wagub Kalbar, H Ria Norsan usai membuka lomba Kadarkum oleh Kanwil Kemkumham Kalbar di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (16/10). 

Lomba Kadarkum Untuk Memantapkan dan Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Kalbar

PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H.Ria Norsan membuka acara Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) Tingkat Provinsi Kalbar.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kanwil Kemkumham Kalbar yang hanya diikuti 10 Kabupaten/Kota di Kalbar di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (16/10).

Norsan berharap masyarakat sudah sadar hukum dalam budayanya, sehingga aturan-aturan yang dilarang oleh hukum pasti tidak akan dilanggar.

"Kita bisa hidup dengan kesadaran kita dan dengan budaya hukum tersebut kita bisa hidup tenang dan baik. Tidak melanggar norma-norma yang dilarang oleh hukum," ujarnya.

Baca: Minimalisir Tindak Kejahatan, Pemkot Singkawang Bina Kadarkum

Baca: PKK Kalbar Gelar Pelatihan Kader Kadarkum

Selain itu, menurut Wagub Kalbar H Ria Norsan, Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) Tingkat Provinsi Kalbar ini diadakan dalam rangka memantapkan dan meningkatkan kesadaran hukum bagi masyarakat di Provinsi Kalbar.

Selain itu untuk memilih kelompok Kadarkum yang berprestasi dalam pemahaman hukum untuk diikutsertakan pada lomba Kadarmum Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada Tahun 2020.

"Dengan Kegiatan Lomba Kadarkum ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang cerdas hukum, yang kemudian menjadi pioner dalam membentuk desa sadar hukum,' kata H Ria Norsan.

Dikatakannya, Hal ini dilakukan karena pemerintah provinsi dan pemerintah daerah turut bersalah jika banyak rakyatnya yang melanggar hukum akibat ketidaktahuan mereka akan hukum itu sendiri.

Diseminasi dan pembudayaan hukum itu harus dilakukan mulai dari komunitas yang paling kecil yaitu keluarga.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved