Kronologis Satgas Pamtas TNI Amankan 185 Rotan yang akan Diselundupkan ke Malaysia

Kapten Galeh menjelaskan, dari interogasi anggotanya tersangka mengaku baru pertama kali membawa rotan dari jalur KM 28.

Kronologis Satgas Pamtas TNI Amankan 185 Rotan yang akan Diselundupkan ke Malaysia
TRIBUNPONTIANAK/M WAWAN GUNAWAN
Satgas Pamtas Mekanis Yonif 643 Wanara Sakti mengamankan 185 rotan itu sekitar 25 Februari 2019 lalu. 

Kronologis Satgas Pamtas TNI Amankan 185 Rotan yang akan Diselundupkan ke Malaysia

SAMBAS- Danki Satgas Pamtas Mekanis Yonif 643 Wanara Sakti, Kapten Inf Galeh Satriadi mengatakan jika pihaknya mengamankan 185 rotan itu sekitar 25 Februari 2019 lalu.

"Jadi di tangkap di daerah sini, kalau kita bilang itu pos KM 28. Jadi nanti sistemnya mereka pantat ketemu pantat atau dipindahkan mobil dari Indonesia menuju Malaysia," ujarnya, Kamis (17/10/2019).

Kapten Galeh menjelaskan, dari interogasi anggotanya tersangka mengaku baru pertama kali membawa rotan dari jalur KM 28.

"Kita interogasi ia mengaku itu pertama kali. Mungkin ia baru mencoba, dan jalur itu ia baru lewati karena hanya di km 28 yang bisa di lewati mobil," katanya.

Baca: Serahkan 185 Ikat Rotan, Musanif: Agar Bisa Bantu Pemenuhan Bahan Baku dan Kesejahteraan Pengerajin

Baca: 185 Ikat Rotan Dihibahkan Bea Cukai Sentete ke Pengrajin Rotan

"Dari pangkuannya tersangka mengaku baru pertama kali, tapi kalau lalu jalur lain sering. Tapi kita tidak tahu jalur yang mana, karena memang ada banyak jalur tapi yang bisa di lewati hanya di km 28 karena juga biasa di lewati truk sawit," jelasnya.

Menurutnya, pihaknya menyimpan kecurigaan terhadap barang bawaan karena berbeda dari truk biasanya yang tidak menggunakan tutup terpal ataupun, kalau membawa tandan sawit pasti barangnya kelihatan.

Dari hasil patroli rutin Satgas Pamtas Mekanis Yonif 643 Wanara Sakti, maka di amankan lah 185 ikat rotan yang tidak di lengkapi surat-surat, dan di curigai akan di seludupi ke Malaysia.

"Ini hasil pengamanan dari patroli rutin kita, dan disana ada pos kita. Setelah kita lihat ada truk mencurigakan jadi kita hampiri dan kita cek, dan betul isinya rotan. Tidak ada surat-surat, jumlahnya ada empat sampai enam truk," ungkapnya.

Sementara itu, untuk tersangka ia katakan sudah di serahkan kepada pihak yang berwajib.

"Tersangkanya langsung kita serahkan ke Polsek Sajingan, untuk barang kita hubungkan ke bea-cukai, artinya saling bersinergi lah," tutupnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved