Satpol PP Landak Tertibkan Pedagang Jual Beli Karet di Pasar Ngabang

Menurutnya, menjadi dasar penertiban ini yaitu mengacu pada peraturan menteri perdagangan nomor 39 tahun 2019.

Satpol PP Landak Tertibkan Pedagang Jual Beli Karet di Pasar Ngabang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFONS PARDOSI
Penertiban pedagang jual beli karet di Pasar Ngabang 

Satpol PP Landak Tertibkan Pedagang Jual Beli Karet di Pasar Ngabang

LANDAK - Pemerintah Kabupaten Landak melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Landak melaksanakan penertiban pedagang Jual Beli Karet di pasar Ngabang pada Senin (14/10/2019) Kemarin.

Kepala Bidang Katim Ya' Yadi menyampaikan saat ini seluruh dinas terkait sudah berkoordinasi dan mengambil keputusan untuk melakukan penertiban terhadap aktifitas jual beli karet di pasar ngabang.

Menurutnya, menjadi dasar penertiban ini yaitu mengacu pada peraturan menteri perdagangan nomor 39 tahun 2019.

Baca: 75 Tim Meriahkan Turnamen Voly Ball PDKS Cup Tayan Hilir

Baca: Cek Kesiapan Perlengkapan Personel, Ini Pesan Yang Disampaikan Kapolres Ade Kuncoro

"Ada beberapa OPD yang di undang dan sudah diambil keputusan bahwa jual beli karet ini akan kita tertibkan dan mengacu kepada peraturan menteri perdagangan nomor 39 tahun 2019 pasal 6,7,8 dan 9 terkait dengan perdagangan karet dan pengolahan karet baik dari kebun petani sampai menjual keluar dan ini sudah diatur oleh menteri perdagangan sesuai PP yang terbaru,"  ujar Ya' Yadi.

Ia juga mengatakan ada beberapa pedagang karet yang ada di luar atau dalam Kota Ngabang yang sudah mulai melakukan pendekatan terhadap pedagang-pedagang itu sendiri.

"Saat ini pedagang karet yang berada di kota ngabang memiliki 11 pedagang dalam kota dan 3 pedagang luar kota. Dalam hal ini seperti Satpol PP, perdagangan dan PTSP bekerjasama untuk terus melakukan pengecekan dalam persuasif terlebih dahulu yaitu seperti melakukan pendekatan dengan pedagang-pedagang itu sendiri," jelas Ya' Yadi.

Selain itu, Ia menjelaskan bahwa jual beli tersebut tidak boleh di dalam kota sesuai dengan peraturan menteri perdagangan nomor 39 tahun 2011.

"Kalau kita lihat dari 11 pedagang yang ada di dalam kota ngabang, perizinan jual beli barang tersebut yaitu barang klontong. Hal ini Sesuai dengan peraturan menteri perdagangan nomor 39 tahun 2011 jual beli ini tidak boleh di dalam kota dan surat izinnya tersendiri sementara leading sektornya yaitu perdagangan kemudian yang mengeluarkan izinnya adalah PTSP dan ini sudah diatur oleh peraturan menteri nomor 39 tersebut,"  jelas Ya’Yadi.

Kepala Bidang Katim juga menambahkan tujuan penertiban yang dilakukan tersebut juga untuk mengurangi kemacetan pada alur jalan serta menghindari adanya kerusakan dari pada jalan tersebut.

"Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kita dalam melakukan penertiban jalan yaitu efeknya jual beli di dalam kota yaitu dari segi jalan dikarenakan akan mengakibatkan timbulnya kemacetan alur jalan tersebut dan memakan badan jalan yang seharusnya bisa digunakan untuk lahan parkir, dan itu disebabkan oleh adanya penumpukan-penumpukan karet tersebut. Oleh karena itu kami selaku pemerintah Kabupaten Landak terus berkomitmen dalam menjaga dan menertibkan pasar ngabang ini," ucapnya

Ya' Yadi juga berharap dengan dilakukan adanya penertiban jual beli karet tersebut kota ngabang bisa semakin terarah untuk ke depannya.

“Dengan ditertibkan pedagang jual beli karet ini mudah-mudahan kota ngabang ini akan tertata rapi dan berjalan dengan baik ke depannya," harapnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved