Kepala Sekolah Cabul

KPPAD Minta Dinas Terkait Berikan Pendampingan Pada Korban Pencabulan Kepala Sekolah di Landak

Kami berharap Jaksa nantinya, setelah kasus ini dilimpahkan mendakwa dengan ancaman hukuman maksimal,

KPPAD Minta Dinas Terkait Berikan Pendampingan Pada Korban Pencabulan Kepala Sekolah di Landak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Alik Rosyad 

KPPAD Minta Dinas Terkait Berikan Pendampingan Pada Korban Pencabulan Kepala Sekolah di Landak

PONTIANAK - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar belum mendapatkan laporan terkait peristiwa bejat yang dilakukan oleh seorang oknum kepala sekoleh dasar (SD) di Kabupaten Landak yang mencabuli 11 muridnya.

Komisioner KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad menegaskan dilaporkan atau tidak, pihaknya akan melakukan monitoring dan mengawal kasus tersebut.

Sampai saat ini Alik R Rosyad menegaskan pihaknya belum mendapatkan laporan dan ia berharap dinas terkait di Kabupaten Landak melakukan pendamping terhadap para korbannya.

"Kami belum mendapatkan laporan terkait adanya kasus pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah di Landak terhadap 11 orang muridnya ini," ucap Alik Rosyad saat diwawancarai Tribun Pontianak, Rabu (16/10/2019).

Ia menjelaskan  kasus ini menjadi keprihatinan semua masyrakat Kalbar, karena ini bukanlah pertama.

Baca: 12 Pondok Pesantren Bersaing di Liga Santri Nusantara

Baca: Dilaporkan Sejak Bulan Juli, Rosita Harap Tersangka Pencabulan Ditahan

Apalagi kali ini korbannya banyak dan pelakunya adalah seorang kepala sekolah.

Berkaitan dengan ini dari KPPAD, terhadap pelakunya mendorong aparat penegak hukum untuk mendakwa tersangka dengan hukuman yang setimpal dan sebaerat-seberatnya.

"Pada salah satu pasal perlindungan anak itu, disebutkan ancaman minimal adalah lima tahun dan maksimal 15 tahun, " ujar Alik B Rosyad.

Namun dalam hal ini, pelaku adalah seorang tenaga pendidik, orangtua dan tenaga pengasuh maka ancamannya bisa ditambah menjadi sepertiga yaitu menjadi 20 tahun penjara.

"Kami berharap Jaksa nantinya, setelah kasus ini dilimpahkan mendakwa dengan ancaman hukuman maksimal," harapnya.

Baca: VIDEO: Cuplikan Pertandingan Liga Santri Kalbar, Darul Faizin Versus Darul Maarif

Mengingat korbannya banyak dan pelaku adalah kepala sekolah yang notabenenya harus menjadi pengayom dan pendidik maka hukuman berat dan maksimal harus dijatuhkan padanya.

Kemudian terhadap korban, KPPAD Kalbar berharap dan mendorong agar dinas terkait apapun namanya seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat memberikan pendampingan terhadap para korban.

Terutama pendampingan psikologi agar, anak-anak ini terpulihkan kepercayaan dirinya dan beraktivitas seperti biasanya.

"Dari KPAID pasti melakukan monitoring terhadap kasus ini, apakah nanti akan turun ke Landak atau tidak, melihat perkembangan. Tapi dalam jangka pendek, dinas terkait di Landak harus memberikan pendampingan," pungkas Alik B Rosyad.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved