Raih Juara II LLAJ Nasional, Thara :Terinspirasi Taksi di Singapura

Kami tidak menyangka kalo dia yang menjadi juara II Nasional, karena waktu di provinsi Thara di peringkat III

Raih Juara II LLAJ Nasional, Thara :Terinspirasi Taksi di Singapura
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NI MADE GUNARSIH
Guru pembina disekolah ibu mimi (kiri),  Saffana Rizqi Qinthara (tengah),  kepala SMA Negeri 1 Pontianak (Kanan)  

Raih Juara II LLAJ Nasional, Thara :Terinspirasi Taksi di Singapura 

PONTIANAK -  Pelajar SMA N 1 Pontianak meraih juara II pada Lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Nasional 2019 yang berlangsung di Hotel Aryaduta Jakarta, pada 7 - 11 Oktober 2019.  

Peraih juara II, Saffana Rizqi Qinthara yang merupakan siswa kelas XI IPA 6 dengan karya ilmiah berjudul "WEMOS (Website Monitoring Sepeda Motor)". 

Prestasi yang ditoreh tentu saja menjadi kebanggaan bagi sekolah dan dinas Perhubungan  Provinsi Kalimantan Barat  selaku pembina yang juga meraih predikat Pembina Terbaik II Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Nasional 2019. 

Siswa yang biasa di panggil Thara  mengatakan karya ini terinspirasi dari peraturan pemerintah Singapura mengenai kecepatan kendaraan umum. 

Baca: Pemkab Kayong Utara-LAPAN Jalin Kerjasama, Ini Harapan Bupati Citra Duani

Baca: Pilkada 2020, Sudarmi : Rp 38 Miliar untuk KPU Sambas

"Waktu saya sama keluarga ke Singapura, ayah saya tanya kenapa kecepatan taksinya tidak bisa memelebihi batas maksimal yang ditentukan pemerintah.  Terus supir taksi bilang,  kalo melewati batas ketentuan bisa di cabut izin berkendara dan pasti ketauan karena ada alat pendektesinya," ungkap Thara.

Ide itu kemudian ia kembangkan  untuk  kendaraan sepeda motor mengingat angka kecelakaan sepeda motor cukup tinggi terutama pengemudi pelajar. 

Untuk persiapan menuju nasional, Thara membutuhkan waktu sekitar sebulan agar karyanya lebih sempurna dengan modal sebesar 200.000 rupiah untuk membeli komponen  rakitannya.  

Thara  bersaing dengan 72 peserta dari 25 provinsi se Indonesia yang mengikuti perlombaan termasuk teman satu provinsinya.   

Pihak sekolah sendiri merasa bangga dan tidak menyangka bahwa Thara yang meraih gelar juara II mengingat ia menempati posisi juara III ketika berlaga di tingkat provinsi.  

"Kami tidak menyangka kalo dia yang menjadi juara II Nasional, karena waktu di provinsi Thara di peringkat III.  Tapi kami dari pihak sekolah tetap membina dan memberi semangat bahwa tidak  yang tidak mungkin dalam perlombaan, dan terbukti Thara menjadi juara II nasional " ungkap ibu Dwi Agustina kepala SMA N 1 Pontianak.  

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar H.  Manto melalui sambungan telepon menyatakan bangga meski ada beban agar tetap mempertahankan posisi tiga besar yang terus di raih selama enam tahun berturut.  

"Kami merasa senang dan bangga dengan keberhasilan ini, tapi ini juga jadi beban bagi kami untuk tetap mampu mencari dan membina bibit potensi baru. Dukungan dari pimpinan dalam hal ini pemerintah juga menjadi salah satu faktor keberhasilan ini" ungkap Kadis Dishub Kalbar. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved