Komitmen Organisasional Dorong Peningkatan Produktivitas Kerja Guru Honorer

Keberadaan guru honor tidak bisa diabaikan dengan kontribusinya dalam dunia pendidikan.

Komitmen Organisasional Dorong Peningkatan Produktivitas Kerja Guru Honorer
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Magister Manajemen Untan, Semester 3, Eka Wahyuni 

Citizen Reporter
Magister Manajemen Untan, Semester 3
Eka Wahyuni

Komitmen Organisasional Dorong Peningkatan Produktivitas Kerja Guru Honorer

SINGKAWANG - Keberadaan guru honor tidak bisa diabaikan dengan kontribusinya dalam dunia pendidikan.

Bukan hal umum lagi bahwa bobot kerja guru honor setara dengan dengan guru yang berstatus PNS, tetapi hal itu tidak sebanding dengan kompensasi yang diterima oleh guru honor.

Merupakan suatu tantangan untuk lembaga pendidikan terutama yang berstatus swasta untuk dapat mempertahankan guru honor untuk waktu yang lama dengan ketidakpastian pekerjaan serta status mereka.

Baca: Kadisdikbud Kapuas Hulu Petrus Tanggapi Keluhan Guru Honorer Soal Gaji: dari Sekolah, Bukan Pemda

Baca: Prof Samion: Kalbar Masih Banyak Kekurangan Guru, Nasib Guru Honor Juga Harus Di Perhatikan

Keberadaan mereka di sekolah juga sangat mungkin dipengaruhi oleh minimnya alternatif pekerjaan yang dimiliki sehingga tetap bertahan di organisasi sekolah meskipun memiliki perasaaan terancam.

Fenomena tetap bertahannya guru honor pada satu lembaga pendidikan merupakan hal yang menarik untuk dicermati, terutama berkaitan dengan bertahannya mereka di dalam sekolah dalam jangka waktu yang lama meskipun rentan terhadap ketidaknyamanan kerja. Hingga 2018 ini, jumlah guru honorer di Indonesia yang tercatat dalam Kemendikbud sebanyak 728.461 orang.

Selain itu, terdapat juga 190.105 guru tidak tetap kabupaten/kota dan 14.833 guru tidak tetap provinsi.

Keberadaan guru honorer ini oleh pemerintah berangkat dari kondisi yang darurat dan pilihan dari sebuah dilema.

Yaitu tidak memadainya anggaran pendidikan untuk mengangkat calon guru menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara sekolah yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia banyak yang membutuhkan guru.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved