Badan Restorasi Gambut Kalbar Targetkan 2 Juta Hektar di 7 Propinsi

Dimana mandat yang diberikan adalah memfasilitasi dan mengkoordinasikan kegiatan restorasi pada lahan gambut dengan target 2 juta hektar

Badan Restorasi Gambut Kalbar Targetkan 2 Juta Hektar di 7 Propinsi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto Sekretaris Daerah Kalimantan Barat A.L. Leysandri, SH, saat membuka acara Konsultasi Publik Rencana Tindakan Tahunan 2020 Provinsi Kalbar, di Hotel Ibis, Senin (14/10/2019). 

Badan Restorasi Gambut Kalbar Targetkan 2 Juta Hektar di 7 Propinsi 

PONTIANAK - Perwakilan Sub Pokja Perencanaan Badan Restorasi Gambut (BRG), Agung Rusdiyatmoko menyampaikan bahwa BRG dibentuk berdasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016.

Dimana mandat yang diberikan adalah memfasilitasi dan mengkoordinasikan kegiatan restorasi pada lahan gambut dengan target 2 juta hektar di 7 Provinsi, salah satunya adalah provinsi Kalimantan Barat.

Berdasarkan Peraturan Kepala BRG Nomor 4 tahun 2017, kami diwajibkan untuk menyusun Rencana Restorasi Ekosistem Gambut (RREG).

RREG ini merupakan dokumen restorasi yang disusun sebagai acuan penyelenggaraan restorasi ekosistem gambut di 7 provinsi yang memuat KHG Prioritas dan arahan kegiatan restorasi pada KHG yang berada pada masing-masing provinsi.

Baca: Sekda Kalbar Minta Bangun Kembali Ekosistem Gambut

Baca: Olah Air Gambut Layak Minum, Workshop Tawarkan Teknologi Nano untuk Kalbar

Baca: Teknologi Nano Filtrasi Cocok Untuk Pengolahan Air Gambut Kalbar sebagai Air Baku PDAM

Selanjutnya dokumen RREG Nasional dan Provinsi ini masih perlu dijabarkan kedalam Rencana Tindakan Tahunan (RTT).

RTT merupakan dokumen rencana operasional tahunan dalam rangka penyelenggaraan restorasi ekosistem gambut pada tingkat provinsi yang memuat arahan arahan tindakan restorasi gambut pada KHG Sasaran dengan waktu penyusunan dokumen pada pada T – 1, Lokus RTT ini didasarkan pada Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG).

Jumlah KHG di Provinsi Kalimantan Barat Berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Nomor SK.129/MENLHK/SETJEN/PKL.0/2/2017 tentang Penetapan Peta Kesatuan Hidrologi Gambut Nasional mencapai 124 KHG.

Namun Target penyusun Rencana Restorasi yang difasilitasi BRG sejumlah 17 KHG. Tahun 2017 telah disusun dokumen RTT, dan pada tahun 2017 telah menyusun Rencana kontijensi/darurat.

"Untuk 5 KHG dan RTT tahun 2018 untuk 4 KHG, Tahun 2018 BRG menyusun RTT tahun 2019 untuk 4 KHG dan pada tahun ini tahun 2019 kami menyusun RTT tahun 2020 untuk 4 KHG," ujarnya.

Target KHG pada RTT tahun 2020 meliputi 4 (empat) KHG, yaitu KHG Durian – Sungai Labai di Kabupaten Kubu Raya, KHG Sungai Penyangkat – Sungai Selat Maya di Kabupaten Kubu Raya, KHG Selat Maya – Sungai Aping di Kabupaten Kayong Utara, KHG Sungai Terentang – Sungai Kapuas di Kabupaten Kubu Raya.

Keluaran ataupun output tindakan restorasi yang meliputi 3R (Rewetting, Revegetation, dan Revitalisasi) dengan program-program atau pun rencana aksi berupa pembuatan sumur bor, sekat kanal, penimbunan, penanaman dengan teknik pola maksimal, pengkayaan, dan suksesi alami.

Selain itu, program aksi revitalisasi berupa pembentukan dan pembinaan desa peduli gambut, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan pembangunan alternatif komoditas dan sumber mata pencaharian.

Diharapkan dokumen RTT mampu menggambarkan potensi desa, pilihan atau alternatif kegiatan dan bentuk-bentuk partisipasi kemasyarakatan sehingga program restorasi dapat sejalan dengan pembangunan desa.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved