Perubahan Air Kapuas dan Landak, 5 Ton Ikan Petani Keramba Mati, Pemkot Berikan Bantuan

Kematian ikan ini ada tiga tahap, perta bibit yang ukuran 5-8 Cm dan tidak bisa diselamatkan sama sekali oleh petani keramba.

Perubahan Air Kapuas dan Landak, 5 Ton Ikan Petani Keramba Mati, Pemkot Berikan Bantuan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah ikan keramba milik petambak di tepian Sungai Landak, Gang Amal, Jalan Selat Panjang, Kalimantan Barat mati, Rabu (9/10/2019) siang. Kejadian ini sudah terjadi dalam tiga hari terakhir sehingga membuat kerugian bagi petambak mencapai Rp 30 juta. 

Perubahan Air Kapuas dan Landak, 5 Ton Ikan Petani Keramba Mati, Pemkot Berikan Bantuan

PONTIANAK - Akibat perubahan air Sungai Kapuas dan Air Sungai Landak di Kota Pontianak menyebabkan ikan keramba petani mati.

Menurut data yang dihimpun Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan setidaknya lebih dari 5 ton ikan petani keramba mati akibat perubahan air yang ada.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro menjelaskan keramba masyarakat ini tersebar di tiga kecamatan yaitu, Pontianak Utara, Pontianak Timur dan Pontianak Barat.

"Setelah kita data lebih dari 5 ton ikan milik petani keramba mati, ada sebagian yang tidak bisa dijual sama sekali karena masih bibit ukuran 5-8 Cm," ucap Bintoro saat diwawancarai, Minggu (13/10/2019).

Baca: Diduga Dampak Karhutla, Puluhan Ribu Ikan di Keramba Tepian Sungai Landak Pontianak Mati

Baca: FOTO: Sejumlah Ikan Keramba Milik Petambak di Sungai Landak Mati

Lanjut disampaikannya kematian ikan ini ada tiga tahap, perta bibit yang ukuran 5-8 Cm dan tidak bisa diselamatkan sama sekali oleh petani keramba.

"Mati total dengan jumlah 1,2 ton itukan masih bibit ini tidak bisa diselamatkan. Ini bibit yang baru ditaburkan sekitar satu bulan dan tidak bisa dikonsumsi," ucap Bintoro.

Selanjutnya tahap kedua ikan yang mati ukuran empat ons, namun masih bisa diselamatkan dengan menjual harga murah.

"Jumlahnya mencapai 2 ton lebih dengan harga Rp16-18 ribu perkilo dijual para petani keramba," jelas Bintoro.

Sedangkan ukuran diatas enam ons sudah kebal dan dapat diselamatkan. Harga jualnya juga masih stabil dengan harga diatas Rp25 ribu perkilo.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved