Gubernur Sutarmidji Akhirnya Angkat Bicara Terkait Keluarga Viral Hidup di Gubuk Tak Layak Huni

Gubernur Kalbar Sutarmidji akhirnya angkat bicara terkait viralnya satu keluarga yang hidup di gubuk tak layak huni.

Gubernur Sutarmidji Akhirnya Angkat Bicara Terkait Keluarga Viral Hidup di Gubuk Tak Layak Huni
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Gubernur Sutarmidji Akhirnya Angkat Bicara Terkait Keluarga Viral Hidup di Gubuk Tak Layak Huni 

Namun masih menunggu hasil diagnosa rumah sakit, karena masih di dalam tahap observasi.

Terkait banyaknya bantuan yang mengalir dari Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi, komunitas kemanusiaan serta masyarakat.

Sapri mengucapkan terima kasih untuk semua bantuan kebutuhan sandang, pangan serta materil.

"Terima kasih untuk bantuan yang diberikan. Namun saya meminta agar jangan diviralkan lagi, saya masih sehat mampu bekerja," tegasnya.

Sapri bahkan menceritakan, kondisi anak yang pertamanya yang harus putus sekolah.

Meskipun perekonomian keluarganya pas-pasan, ternyata itu bukanlah penyebabnya.

"Anak saya tidak ingin sekolah lagi. Karena pernah tidak naik satu tahun, jadi merasa malu (minder)," imbuhnya.

Sapri tak menampik, dari pihak sekolah maupun lainnya telah berupaya membujuk sang anak agar kembali mengenyam pendidikan yang sempat terputus.

"Kemarin ada yang datang, namun kembali lagi sama anak saya, mau atau tidak. Saya tidak bisa memaksa," katanya.

Selama tidak bersekolah anaknya yang pertama menghabiskan waktunya dirumah.

"Anak saya tidak bekerja, dia dirumah saja membantu ibunya menjaga adik-adiknya," jelasnya.

Sapri pun berharap pemberitaan ini dapat segera berakhir, karena ia ingin menjalani kehidupan mormal seperti biasanya, sebelum adanya berita viral terkait ia harus tinggal bersama istri dan anak-anaknya di gubuk reyot.

Gubuk Reyot Milik Pasutri Viral Tidak Ada MCK

Suami dari Lena, Sapri menuturkan selama menempati gubuk reyot berdinding seng bersama keempat anaknya. Mereka sama tidak memiliki sarana Mandi, Cuci dan Kakus (MKC).

"Sehari-hari, biasanya kalau mandi dan sebagainya kami ke sungai," ujarnya saat di temui Tribun Pontianak, Minggu (13/10/2019).

Terlihat kondisi gubuk 2x3 tersebut jauh dari kata layak. Di dalam satu tempat beragam aktivitas dilaksanakan. Menonton televisi, memasak, beristirahat ,makan dan kegiatan lainnya.

Alat makan yang tersedia pun tidak memadai. Hanya ada beberapa gelas dan piring plastik itupun dalam keadaan tidak bersih.

Sehari-hari pasangan ini mencuci perabotan rumah dan sebaginya menggunakan air sungai. Namun untuk kebutuhan air minum, mereka menggunakan air galon.

Ditempat terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kompol Syarifah Salbiah yang juga merupakan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak menuturkan kediaman gubuk reyot berdinding seng bekas milik Pasangan Suami Istri (Pasutri) Lena dan Sapri tidak memiliki sarana Mandi, Kakus dan Cuci (MKC).

"Fasilitas MKC nya tidak ada di sana," ujarnya.

Lebih lanjutnya, Salbiah menuturkan, jika ia bersama pihak lainnya akan memastikan kondisi kesehatan dari keluarga tersebut.

Penulis: Rizky Zulham
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved