Edi Kamtono Perkirakan Gas Amoniak Sungai Kapuas dan Landak Naik yang Sebabkan 5 Ton Ikan Mati

Kondisi dimana air Sungai Kapuas dan Landak mengalami perubahan disebut Edi Kamtono biasanya terjadi saat pergantian musim.

Edi Kamtono Perkirakan Gas Amoniak Sungai Kapuas dan Landak Naik yang Sebabkan 5 Ton Ikan Mati
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono 

Edi Kamtono Perkirakan Gas Amoniak Sungai Kapuas dan Landak Naik yang Sebabkan 5 Ton Ikan Mati

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan memang dengan adanya perubahan kondisi air Kapuas dan Landak seminggu lalu membuat ikan para petani keramba mati.

"Kemarin memang sempat berubah air Sungai Kapuas itu menjadi sangat bening dan mungkin gas amoniaknya meningkat," ucap Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai, Minggu (13/10/2019).

Ia mengaku belum mendapatkan laporan dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan terkaait masalah ini dan berapa banyak ikan dari para petani keramba yang mati akibat adanya perubahan air tersebut.

Baca: Perubahan Air Kapuas dan Landak, 5 Ton Ikan Petani Keramba Mati, Pemkot Berikan Bantuan

Baca: Satarudin Nilai Langkah Dinas Perikanan Sudah Tepat untuk Memberikan Subsidi Bibit Ikan

Tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Pontianak ditegaskannya memang ada bantuan bibit ikan bagi masyarakat.

Namun untuk tahun ini, ia menunggu laporan dari pihak Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan.

Kondisi dimana air Sungai Kapuas dan Landak mengalami perubahan disebut Edi Kamtono biasanya terjadi saat pergantian musim.

"Inilah kondisi alam Sungai Kapuas dan Landak sewaktu-waktu berubah. Jadi ini adalah pengaruh alam dan biasanya terjadi di pergantian musim dari kemarau ke hujan," tegasnya.

Budidaya ikan dengan menggunakan keramba memang menjadi solusi bagi para kelompok masyarakat untuk bisnis ikan.

Keramba-keramba berjejer di Sungai Kapuas mapun Sungai Landak.

Kejadian ini dimana ikan mengalami kematian ini terjadi secara mendadak, akibat perubahan pada kondisi air.

Edi menegaskan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk upaya berikutnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved