Komunitas Pojok Gelar Bedah Buku 'Moti Santri'

Komunitas pojok diskusi kembali gelar kegiatan diskusi dengan Membedah buku yang berjudul "Moti Santri" karangan Saiful Falah 12 Oktober 2019

Komunitas Pojok Gelar Bedah Buku 'Moti Santri'
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Memperkuat daya pikir kaum intelektual Komunitas Pojok Diskusi gelar bedah buku "Moti Santri" 

Citizen Reporter
Mahasiswa IAIN Pontianak
Khusnul Khotimah

Komunitas Pojok Gelar Bedah Buku 'Moti Santri'

PONTIANAK - Komunitas pojok diskusi kembali gelar kegiatan diskusi dengan Membedah buku yang berjudul "Moti Santri" karangan Saiful Falah 12 Oktober 2019.

Kegiatan pojok diskusi merupakan kegiatan rutinan setiap Minggu yang sore ini di laksanakan pada pukul 15:30 hingga 17:30 di gazebo IAIN Pontianak dengan di hadiri oleh mahasiswa IAIN Pontianak dari berbagai jurusan dan OKP .

Buku yang di bedah kali ini merupakan buku yang di tulis oleh salah satu motivator hebat yaitu Saiful Falah karna hampir di 34 provinsi penulis menjadi plener dan motivator di kalangan santri.

Beliau adalah alumni dari Tebuireng dan Gontor .

Rasul Santaka sebagai pembedah buku mengatakan bahwasannya buku "Moti Santri " ini merupakan buku yang di buat untuk memotivasi santri agar menjadi seseorang yang memiliki kemampuan yang lebih besar sehingga apa yang pernah di pelajari di pondok pesantren bisa di aplikasikan kepada masyarakat luar.

Baca: Komunitas Pojok Diskusi Gelar Bedah Buku Karangan Adian Husni

Baca: Dukung Peningkatan Minat Baca, Disdikbud Sintang Fokus Dorong Program Pojok Literasi

Baca: Dituding Andi Arief, Mahfud MD Minta Tunjukkan Cuitan Twitter yang Pojokkan SBY

Orang yang pernah nyantri dan orang yang tidak pernah nyantri pasti memiliki perbedaan baik dari segi adab ataupun kebiasaan bahkan di Brunai Darussalam telah mengadopsi metode pembelajaran pesantren di Indonesia .

Rekan Hamidun selaku pencetus pertama komunitas pojok diskusi mengakatan "sebenarnya yang terpenting bukan seberapa tinggi ilmu yang di dapati tetapi seberapa besar keikhlasan dalam menjalankannya sehingga Jika kita sudah ikhlas maka hasilnya juga pasti akan baik " tuturnya

"Kita yang pernah nyantri jangan pernah merasa paling Islam dan yang tidak pernah nyantri jangan pernah merasa paling Indonesia karna kita sama-sama Indonesia yang harus saling menghargai ,ilmu yang bermanfaat Tidak bisa di rasakan hanya satu atau dua tahun saja tetapi ilmu yang bermanfaat akan di rasakan hasilnya ketika sudah mencapai lima tahun setelahnya ungkap Rekan Guntur senior pojok diskusi .

Dalam kegiatan bedah buku ini pemateri berharap mahasiswa mampu berinteraksi secara baik dengan sesama Paling tidak kita sebagai mahasiswa mampu menumbuhkan rasa sosialisasi kepada orang lain.

"Semoga apa yang kita lakukan hari ini akan kita rasakan manfaat nya di kemudian hari " tukasnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved