Kecelakaan Maut

Zahara Syok! Pamit Terakhir Si Bungsu Sebelum Meninggal Dunia Kecelakaan di Jalan Tanjungpura

Zahara, ibunda Ardyan Putra warga Kecamatan Pontianak Barat yang menjadi korban laka lantas di jalan Tanjungpura Pontianak terlihat syok.

Penulis: Ferryanto | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Ibu korban, Zahara (kerudung ungu) saat berada di Kamar Jenazah RSUD dr Soedarso, Jumat (11/10/2019). 

Zahara Syok! Anaknya Korban Kecelakaan Maut di Jalan Tanjungpura, Pamit Terakhir Si Bungsu ke Ayah

PONTIANAK - Zahara, ibunda Ardyan Putra warga Kecamatan Pontianak Barat yang menjadi korban laka lantas di jalan Tanjungpura Pontianak terlihat syok, Jumat (11/10/2019) sore.

Isak tangis hingga air matanya terus berurai saat berada di Kamar Jenazah RSUD dr Soedarso.

Beberapa sanak keluarga pun terlihat berusaha menenangkan Zahara agar kuat menerima kepergian Ardyan.

Menurut saksi mata di lokasi kejadian, Ardyan Putra terjatuh dari motor dan bagian kepalanya diduga terlindas truk dan menyebabkan korban menderita luka yang sangat parah.

Ayah korban, Abdurahman tampak berusaha tegar, walaupun pandanganya sering kosong dan matanya berkaca kaca ketika bercerita kepada Tribun tentang anak ketiganya itu.

Ia mengungkapkan bahwa Ardyan Putra merupakan anak bungsunya dari tiga bersaudara dan merupakan putra satu satunya.

Abdurahman mengaku tak menyangka sang putra pergi begitu cepat mendahuluinya dengan cara yang mengenaskan pula.

Ia menceritakan bahwa dirinya tak memiliki firasat apapun atas kepergian sang putra.

Menurutnya, Ardyan hanya berpamitan di pagi hari akan pergi memenuhi panggilan pekerjaan dari sebuah kantor, namun ia tak mengetahui kantor mana yang memanggil sang putra.

Saat di hubungi oleh keluarganya, ia sempat mengira sang putra hanya mengalami luka luka akibat Kecelakaan tersebut, dan ia tak menyangka bakal di arahkan ke kamar jenasah untuk melihat sang putra.

"Dia katanya di panggil sama orang kantor jam 10, tengah hari tadi abis sholat Jumat saya ditelpon sama adik, dia bilang anak saya tabrakan, saya tanya dimana dijawab di Soedarso, pas saya mau pergi, emak nya nelpon saya, dia bilang anak kau dirumah sakit, saya kira di rumah sakit tu ya keadaan selamat lah, rupanya sampai disini, dia tempat itulah, tapi keadaan motornya itu cacat ndak banyak,"katanya.

"Kata emaknya bah besok jam 10 die di panggil, tapi saya ndak tau jelas kantor mana yang manggil die, saya turun kerja setengah 9, dia masih dirumah, sempat saya abis sholat Jumat saya ketemu kawan di Palapa, lagi minta uruskan surat - surat, tau tau saya si telpon katanya anak saya tabrakan, tak lama emaknya kesini emaknya ngebel saye anak saye di Sudarso,"timpalnya.

Abdurahman mengatakan, sebelumnya, korban bekerja di toko komputer, kemudian korban mendaftar untuk mengikuti pendidikan satpam, dan ia menduga perjalan keluar sang putra hendak menambahkan berbagai bekas keperluan untuk kebutuhan pendidikan satpamnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved