Popularitas Tanjak Melayu Makin Menanjak

Penutup kepala khas Melayu atau tanjak semakin populer di Kota Pontianak. Pelengkap pakaian tradisional teluk belanga ini kian diminati masyarakat.

Popularitas Tanjak Melayu Makin Menanjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
PRODUKSI TANJAK - Dodoi, satu di antara pengrajin tanjak tengah memproduksi tanjak di Rumah Tanjak kawasan Jl Putri Candramidi, Gang Sapta Jaya Nomor 1 belum lama ini. 

Citizen Reporter

Maryani Khotifah
Mahasiswa PPL IAIN Pontianak

Popularitas Tanjak Melayu Makin Menanjak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penutup kepala khas Melayu atau tanjak semakin populer di Kota Pontianak. Pelengkap pakaian tradisional teluk belanga ini kian diminati masyarakat.

Ikat kepala yang biasa dipakai para bangsawan atau raja-raja Melayu ini kini telah memasyarakat. Popularitas tanjak kian menanjak dengan keberadaan organisasi masyarakat Melayu yaitu Persatuan Orang Melayu(POM) Kalbar.

Untuk menarik minat masyarakat agar memakai tanjak sebagai ciri khas masyarakat Melayu saat ini, POM Kalbar mendirikan Rumah Tanjak. Saat ini sudah ada beberapa Rumah Tanjak di daerah Kalbar.

Adalah Dodoi, satu di antara pengrajin tanjak di Kota Pontianak. Lewat kelihaian tangannya, Dodoi mempu memproduksi 20 tanjak dalam seharinya.

Dodoi memproduksi tanjak di Rumah Tanjak kawasan Jl Putri Candramidi, Gang Sapta Jaya Nomor 1. Harga tanjak yang dijual cukup terjangkau. Bahan yang digunakan juga istimewa yakni kain songket khas melayu.

“Sehari bisa sampai 20 buah tanjak. Saat sedang sepi, biasanya membuat sekitar lima sampai tujuh buah,” ujar Dodoi. (*)

Editor: Iin Sholihin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved