Wiranto Ditusuk

KABAR Terkini Menko Polhukam Wiranto, Sempat Jalani Operasi hingga Instruksi Jokowi

Dia menjalani pengobatan intensif setelah menjadi korban penusukan dua teroris anggota kelompok JAD di Menes, Pandeglang, Banten.

KABAR Terkini Menko Polhukam Wiranto, Sempat Jalani Operasi hingga Instruksi Jokowi
KOLASE/ Kompas.com
KABAR Terkini Menko Polhukam Wiranto, Sempat Jalani Operasi hingga Instruksi Jokowi 

Yakni Wiranto, Kapolsek Menes Kompol Darianto, mantan sekretaris pribadi (Sespri) Wiranto yang juga ulama Mathla'ul Anwar (MA) Fuad Syauqi dan ajudan Danrem 064/Maulana Yusuf (MY) Serda Yogi Wahono.

LENGKAP Fakta Wiranto Ditikam Orang Medan Terpapar ISIS! Identitas, MOTIF hingga Status Suami Istri.
Fakta Wiranto Ditikam Orang Medan Terpapar ISIS! Identitas, MOTIF hingga Status Suami Istri. (KOLASETRIBUNNEWS)

Deteksi BIN 

Kepala Badan Intelejen Negara Budi Gunawan memastikan pelaku penusukan Menkopolhukam, Wiranto tergabung dengan kelompok JAD.

Kepada awak media, mantan Wakapolri ini menjelaskan BIN telah memantau pergerakan kelompok ini selama tiga bulan.

"Ini sudah pasti dari kelompok jaringan JAD, khususnya jaringan JAD Bekasi, kita sudah pantau khusus pelaku ini tiga bulan yang lalu kan pindah dari Kediri ke Bogor, kemudian dari Bogor pindah ke Menes (Banten)," kata dia di RSPAD, Jakarta Pusat.

Dia mengaku jaringan JAD seperti ini banyak tumbuh di beberapa permukiman warga. Dia pun berharap masyarakat ikut mengawasi perkembangan jaringan-jaringan tersebut.

"Memang sel-sel seperti ini cukup banyak, sehingga kami mengimbau agar masyarakat tidak ikut dan turut memantau mengawasi sel sel seperti ini," ucap dia.

Sistem Pengamanan Pejabat Negara

Menteri Dalam Negeri sekaligus Plt Menteri Hukum dan HAM, Tjahjo Kumolo mengatakan tidak akan ada penambahan pengamanan di tingkat pejabat setelah kejadian penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

"Saya kira tidak ada, biasa-biasa saja," kata Tjahjo saat keluar dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Tjahjo mengatakan polisi akan menangani dan fokus menyelidiki jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Adapun, pria yang menusuk Wiranto diketahui terpapar radikalisme ISIS dan diduga terkait dengan JAD.

Kecaman Menag Menteri Agama

Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan pihaknya mengecam keras segala bentuk tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Menurut dia, tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan kepada sesama manusia, termasuk kepada pejabat negara.

Hal ini dia sampaikan untuk menanggapi insiden penusukan yang menimpa Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

"Karena agama itu untuk manusia oleh karenanya sepanjang apa pun perbedaan di antara kita jangan sampai atas agama justru melakukan tindakan tindakan yang bertolak belakang dengan inti pokok ajaran agama itu sendiri," kata Lukman usai menjenguk Menkopolhukam, Wiranto di RSPAD, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Dia pun juga mengimbau masyarakat Indonesia yang beragama agar tidak menjadikan agama sebagai alasan membenci satu sama lain.

Kata Lukman, setiap orang seharusnya bisa damai karena agama hanya mengajarkan kasih. "Setiap agama menolak cara-cara kekerasan dalam mengatasi persoalan persoalan yang ada, karena setiap agama pastilah mengajak terwujudnya kedamaian dengan menebarkan kasih sayang," tambah dia.

Permintaan maaf Bupati Pandeglang

Bupati Pandeglang Irna Narulita mendatangi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, Gatot Subroto, Jakarta Pusat untuk menjenguk Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, pada Kamis (10/10/2019).

Saat datang, dia menyampaikan permintaan maaf di depan awak media atas peristiwa penusukan Wiranto yang terjadi di wilayahnya.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, atas nama masyarakat Pandeglang, sangat menyesalkan kejadian yang tidak terpuji itu dan ini mencoreng nama baik Kabupaten Pandeglang dan masyarakat Pandeglang karena pelakunya adalah bukan orang Pandeglang," ujar dia saat ditemui di RSPAD.

Dia mengaku merasa kecolongan dengan munculnya jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang beredar di tengah warganya.

Kedepan, pihaknya akan selektif dan ketat untuk menyaring warga pendatang baru yang ingin tinggal di wilayahnya. Jajaran pemerintah kota juga akan gencar mengadakan sosialisasi dan edukasi agar semua warga tidak terpapar paham radikal.

"Mohon maaf ini kami sedikit kecolongan dan mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali dan kami akan terus melakukan sosialisasi, edukasi agar anak-anak kami tidak terpapar dengan paham paham radikal," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perintah Jokowi, Simpati Menteri, dan Permintaan Maaf Bupati Pandeglang Atas Penusukan Wiranto"

Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved