Bisnis Anggrek, Titin Mampu Hasilkan Rp 30-40 Juta Perbulan

Tanaman anggrek yang dibudidayakannya beragam, sementara untuk harga dari Rp70 ribu hingga Rp4 juta.

Bisnis Anggrek, Titin Mampu Hasilkan Rp 30-40 Juta Perbulan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kembang anggrek yang dipamerkan pada Pekan Hortikultura Kota Pontianak, Jumat (11/10/2019). 

Bisnis Anggrek, Titin Mampu Hasilkan Rp 30-40 Juta Perbulan

PONTIANAK - Pengrajin tanaman hias menyambut baik atas kegiatan Pekan Hortikultura yang dilangsungkan oleh Pemkot Pontianak di Halaman Matahari Mal selama beberapa kedepan.

Satu diantara peserta pameran adalah, Titin Hardini (47), ia mengku sudah empat kali mengikuti kegiatan ini dan setiap tahunnya berjalan baik.

"Udah sekitar empat tahun, berkerja sama dengan Pemkot Pontianak, setiap pameran kita diikut sertakan dan Alhamdulillah acaranya sukses," ucap Titin Hardini saat diwawancarai, Jumat (11/10/2019).

Ia mengaku Pemkot Pontianak melalui Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan selalu memberikan motivasi untuk mengembangkan tanaman hias dan memberikan bantuan selama ini dalam pengembangan.

Baca: TRIBUNWIKI: Bingke Anggrek, Kue Tradisional Khas Melayu Kini Hadir Dengan Berbagai Varian Rasa

Baca: Pemkot Akan Tata Taman Anggrek Untan Jadi Taman Kota

Pengembangan tanaman hias bukanlah sekedar hobi, namun ia menegaskan sudah menjadi mata pencarian untuk keluarga.

Titin yang bergerak ditanaman anggrek selama delapan tahun belakangan ini sangat merasakan keuntungan yang diperoleh. Bahkan ia menegaskan hobi dengan tanaman hias saat ini sudah menjadi bisnis yang dijalankannya. Sedangkan menggeluti tanaman hias sudah sejak 2002 lalu.

Tanaman anggrek yang dibudidayakannya beragam, sementara untuk harga dari Rp70 ribu hingga Rp4 juta.

Dari penjualan tanaman hias yang dibudidayakannya, perbulan Titin mampu menghasilkan Rp30-40 juta.

"Untuk saya sendiri hasil kotornya rata Rp30-40 juta sebulannya. Pecinta bunga ini sekitar wilayah Kota Pontianak dan lainnya termasuk juga Kota Singkawang, Sambas. Tidak hanya angrek, tanaman hias yang banyak peminatnya adalah kaktus," tegasnya.

Ia menegaskan tidak terlalu sulit untuk membudidayakan, cuma membutuhkan waktu yang agak lama terutama di spesies-spesies tertentu.

Terus untuk penyilangan belum ada yang mengarahkan, memperbanyak melalui silangan masih agak susah, karena itu perlu laboratorium, pembinaan yang benar dari dinas terkait.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved