Syarif: Murid di Sekolah Negeri Sejak SD-SMA Hanya Belajar 48 Hari Ilmu Agama

Bayangkan saja mulai SD hingga SMA jika dihitung siswa hanya belajar agama sebanyak 48 hari.

Syarif: Murid di Sekolah Negeri Sejak SD-SMA Hanya Belajar 48 Hari Ilmu Agama
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Rektor IAIN Pontianak, Dr. H Syarif membuka kegiatan dialog kebangsaan dan silaturrahmi lintas instansi, Kamis (10/10/2019). 

Syarif: Murid di Sekolah Negeri Sejak SD-SMA Hanya Belajar 48 Hari Ilmu Agama

PONTIANAK - Rektor IAIN Pontianak, Dr. H Syarif dalam sambutannya saat membuka acara seminar Silaturrahmi dan Dialog Kebangsaan bahwa IAIN ingin menjadi bagian strategis dalam menyuarakan bahwa tidak perlu adanya gagasan yang nengubah negara Indonesia dengan dasar negara Pancasila.

Lanjut ia menegaskan, tidak satupun butir Pancasila yang bertentangan dengan ajaran semua agama khususnya agama Islam.

"Kami berhajad besar mengawal saat ini lebih dari 8000 mahasiswa untuk tumbuh sebagai sel initi NKRI," ucap Rektor IAIN Pontianak, Syarif, Kamis (10/10/2019).

Baca: KPAD Kayong Utara Gelar Workshop Jurnalisme Ramah Anak

Baca: Hanura Kalbar Dorong Munas Dipercepat dan Ingin OSO Kembali Pimpin Partai

Ia menegaskan mengisi para mahasiswa dengan kecintaan pada NKRI, membuat pernyataan bahwa setia pada negara dan tidak membuat pikiran-pikiran bertentangan dengan dasar-dasar negara.

Ia menambahkan, terjadinya radikalisme karena  kurangnya basis ajaran agama.

Bayangkan saja mulai SD hingga SMA jika dihitung siswa hanya belajar agama sebanyak 48 hari.

"Belum lagi kepotong hari libur, guru tidak hadir dan alasab lainnya," kata Ismail.

Oleh karena itu, IAIN hadir memenuhi tusinya sebagai lembaga pendidikan agama yang diberikan pada mahasiswa.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved