Sebut Kebijakan Kementerian Keuangan 'Merampot', Sutarmidji Jabarkan Data dan Faktanya

Saat memberikan materi pada seminar silaturrahmi dan dialog kebangsaan lintas generasi yang dilakukan oleh IAIN Pontianak.

Sebut Kebijakan Kementerian Keuangan 'Merampot', Sutarmidji Jabarkan Data dan Faktanya
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji menyampaikan arahannya sekaligus membuka Musyawarah Daerah XI Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Kalimantan Barat, di hotel Golden Tulip, Pontianak, Rabu (9/10/2019). 

Sebut Kebijakan Kementerian Keuangan 'Merampot', Sutarmidji Jabarkan Data dan Faktanya

PONTIANAK - Saat memberikan materi pada seminar silaturrahmi dan dialog kebangsaan lintas generasi yang dilakukan oleh IAIN Pontianak.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyebutkan saat dirinya ngomong merampot terkait kebijakan kementerian keuangan membuat pihak kementerian ribut dengan menghubungi dirinya agar mengklarifikasi.

Padahal menurutnya merampot itu atinya kebijakan yang tidak benar, bagaimana tidak.

Bauksit Kalbar dikeruk sekitar 20 juta metrik ton pertahun namun hasilnya untuk kalbar hanya minim sekali.

Baca: Sutarmidji Sebut 180 Desa Tak Mungkin Teraliri Listrik PLN

Baca: Gubernur Kalbar Sutarmidji Sebut Kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Merampot

Baca: Ketika Kata Merampot Diusulkan Dimuat di KBBI, Begini Respon Kemendikbud

Pada tahun 2019 bagi hasil dari Minerba hanya Rp25,5 miliar, padahal SDA yang dokeruk di Kalbar dari bauksit mencapai Rp7 triliun.

"Tidak masuk akal bagi hasil yang diberikan pada Kalbar, bayangkan saja alam kita dikeruk tapi kita tidak mendapatkan hasilnya," ucap Midji.

Begitu juga dengan kebijakan ekspor bauksit dimana Kalbar tidak mendapatkan apa-apa dan nihil kontribusi dalam APBD.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved