Sambangi Wisata Mangrove Telur Berdiri di Desa Sungai Kupah, Ini Saran Staf Menteri

Asisten Deputi Daya Mineral dan Non Konfensional Amalyos bersama Staf Ahli Mentri Menko Bidang Antropologi Kementerian Koordinator

Sambangi Wisata Mangrove Telur Berdiri di Desa Sungai Kupah, Ini Saran Staf Menteri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN DARSANI
Asisten Deputi Daya Mineral dan Non Konfensional Amalyos bersama Staf Ahli Mentri Menko Bidang Antropologi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI Tukul Rameyo saat mengunjungi Kawasan Wisata Manggrove Teluk Berdiri Desa Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya. Rabu, (9/10/2019) 

Sambangi Wisata Mangrove Telur Berdiri di Desa Sungai Kupah, Ini Saran Staf Menteri

KUBU RAYA - Asisten Deputi Daya Mineral dan Non Konfensional Amalyos bersama Staf Ahli Mentri Menko Bidang Antropologi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI Tukul Rameyo beserta rombongan menyambangi Kawasan Wisata Manggrove Teluk Berdiri Desa Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya, Rabu (9/10/2019) kemarin.

Staf Ahli Mentri Menko Bidang Antropologi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI Tukul Rameyo menilai dalam pemberdayaan masyarakat melalui eco wisata manggrove ada banyak sekali program pemerintah yang bisa dikerjasama dengan tujuan program yang berkelanjutan salah satuhya untuk masyarakat pesisir.

Menurutnya pemerintah saat ini sedang mencari contoh-contoh yang ada di masyarakat atau berbasis desa, seperti yang juga telah digagas oleh masyarakat desa sungai kupah Kabupaten Kubu Raya dengan eco wisata Mangrove teluk berdiri.

Baca: Kubu Raya Miliki Potensi Mangrove Terbaik, Muda Dukung Desa Wisata Kupah

Baca: Asdep Kemenko Kemaritiman RI Sambangi Eco Wisata Mangrove dan Pengrajin Perahu Sungai Kupah

Baca: VIDEO: Hutan Mangrove di Kabupaten Mempawah Dimanfaatkan Jadi Objek Wisata

"Kedepan hal yang mungkin harus dilakukan adalah tidak hanya fokus pada pengembangan eco wisata. Bukan juga hanya pada pengembangan keunikan dan keindahan alamnya. Akan tetapi kedepan itu juga perlu digabung konsep Nature dan Culture," ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan penggabungan dua konsep tersebut akan menjadi kekuaatan untuk memggerakkan sektor ekonomi kreatif. Selanjutnya akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

"Pemerintah saat ini akan melanjutkan sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi. Jadi kedepan, pengelolan mangrove ini perlu ditambah dengan blending-blending dari kebudayaan. Terutama yang bisa di angkat adalah tentang kearifan lokal serta tradisi," ujarnya.

"Atau juga pengembangan produk kreatif lainya, supaya konsep wisatanya lebih kaya. Sehingga ketika datang orang hanya lihat mangrove, satu dua kali mungkin sudah selesai. Akan tetapi jika ada sajian Budaya yang baru dan terus berkreasi mudah-mudahan menjadi daya tarik para pengunjung," imbuhnya.

Hal yang jangan juga ditinggalkan adalah Produk-produk perikanannya juga harus didorong. Jika melihat kondisi yang ada di Kubu Raya, hal tersebut menurutnya akan menjadi atraksi yang sangat menarik jika setiap agenda dikemas menarik dengan even-even yang berbasis sungai.

"Kalau perlu disini perlu dibuat festival-festival tahunan yang berbasis sungai maupun kawasan pesisir," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved