Rektor IDIA Al Amien Ajak Mahasiswa Kalbar Jaga Moralitas

Rektor Institut Dirasat Islamiyah (IDIA) Al Amien Prenduan Sumenep Ghozi Mubarok mengajak mahasiswa untuk selalu mengedepankan moralitas

Rektor IDIA Al Amien Ajak Mahasiswa Kalbar Jaga Moralitas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
FOTO BERSAMA - Peserta seminar berfoto bersama Rektor Institut Dirasat Islamiyah (IDIA) Al Amien Prenduan Sumenep Ghozi Mubarok di Kampus IAIN Pontianak, Jl Soeprapto, Rabu (9/10/2019). 

Seniri
Mahasiswi PPL IAIN Pontianak

Rektor IDIA Al Amien Ajak Mahasiswa Kalbar Jaga Moralitas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rektor Institut Dirasat Islamiyah (IDIA) Al Amien Prenduan Sumenep Ghozi Mubarok mengajak mahasiswa untuk selalu mengedepankan moralitas yang baik sebagai pelopor gerakan kemajuan bangsa dan negara.

Ajakan ini disampaikan Ghozi Mubarok saat menjadi pemateri Seminar Kebangsaan di Kampus IAIN Pontianak, Jl Soeprapto, Rabu (9/10/2019).

"Mahasiswa sebagai pelopor gerakan kemajuan bangsa dan negara harus selalu mengutamakan moralitas dan akhlak yang baik sebagai benteng menempuh zaman berikutnya," kata Ghozi Mubarok.

Ia menjelaskan, bahwa selain menjaga ahlak, pemuda hari ini harus memiliki kempetensi yang tinggi.

"Pemuda hebat adalah pemuda yang berkompeten yang dihiasi oleh akhlakul karimah, lakukan kebaikan-kebaikan kecil dalam kehidupan sehari-hari, itu merupakan moralitas kita kepada diri sendiri," katanya.

Ketua Panitia Seminar Kebangsaan Fahrul Aziz mengatakan, tujuan digelarnya seminar ini agar pemuda dan mahasiswa harus selalu melakukan hal-hal positif mengingat mereka adalah masa depan bangsa.

"Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh para generasi muda bangsa ini. Oleh karena itu, kita harus selalu bisa melakukan hal-hal positif dalam mewujudkan cita-cita dan menjaga kedaulatan bangsa," ujarnya.

Ia menambahkan, senang sekali melihat antusias para pemuda dalam mengikuti seminar kebangsaan tersebut.

"Sangat senang melihat semangat antusias mereka mengikuti seminar, hal itu terlihat dari ramainya peserta hingga akhirnya tempat yang kami sediakan tidak cukup. Kouta dari panitia 400 peserta, tapi yang mengisi absen sampai 500 lebih. Alhamdulillah itu sebuah kebanggan bagi kami selaku panitia," pungkasnya. (*)

Editor: Iin Sholihin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved