Polres Sambas Jumat Besok Segera Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi

Kapolres Sambas AKBP Permadi Syahids Putra mengatakan, pihaknya akan segera menahan tersangka dugaan tidak Pidana Korupsi

Polres Sambas Jumat Besok Segera Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/m w
Kapolres Sambas AKBP Permadi Syahids Putra saat melakukan Konferensi Pers di dampingi oleh Kasat Reskrim dan Kapolsek Pemangkat, Kompol Bagio, Rabu (9/10/2019). 

Polres Sambas Jumat Besok Segera Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi

SAMBAS - Kapolres Sambas AKBP Permadi Syahids Putra mengatakan, pihaknya akan segera menahan tersangka dugaan tidak Pidana Korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 1.473.574.100.

Ia menjelaskan, jika kasus itu terjadi adalah karena ada dugaan penyimpangan dalam pengadaan benih lada di Kabupaten Sambas.

Kegiatan tersebut, dilakukan pada 2015 oleh dinas perkebunan Provinsi Kalbar.

Kapolres menjelaskan, jika dalam kasus ini pihaknya telah mengamankan dua tersangka, yaitu JR dan AR.

"Tersangka JR merupakan Kabid pengembangan tanaman dan penyuluhan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat," katanya, Kamis (10/10/2019).

Baca: Polres Sambas Ungkap Sindikat Penipuan Ratusan Juta Rupiah

Baca: VIDEO: Persiapan Jelang Konferensi Pers Kapolres Sambas

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika dugaan penyimpangan pada kegiatan proyek pengadaan bibit lada adalah pada saat kegiatan perluasan tanaman lada di Kabupaten Sambas.

Dimana kegiatan tersebut di bagi ke beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas.

"Dari hasil pemeriksaan BPKP perwakilan Kalbar tanggal 28 Desember 2017 dan pemeriksaan BPK RI tanggal 16 mei 2019, ditemukan ada tindak pidana korupsi ini, dan diprediksi kerugian negara mencapai sebesar RP. 1.473.574.100 milyar," jelasnya.

Adapun modus operasi yang dilakukan oleh tersangka adalah pada saat JR yang juga selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pihak ketiga berinisial AR.

Dimana keduanya melakukan kesepakatan, sebelum proses lelang dilakukan.

"Tersangka JR menetapkan harga perkiraan sendiri (HPS) tidak sesuai dengan prosedur melainkan menggunakan harga survei pasar dari penyedia barang dari pihak ketiga, sedangkan diketahui barang yang disediakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak," ungkapnya.

Saat di konfirmasi, apakah keduanya adalah warga Sambas. Permadi menurut jika keduanya adalah orang dari luar Kabupaten Sambas.

"Kedua tersangka bukan warga Kabupaten Sambas. Dan Rencananya hari Jumat tersangka akan di panggil ke Sambas dan dilakukan penahanan," tutupnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved