Penyerapan APBN Kalbar Sudah Melampaui Target

Secara umum, sampai dengan triwulan ke-3 ini, pihaknya bisa melampaui target hingga 65-67 persen dari target awal, yakni sebesar 60 persen.

Penyerapan APBN Kalbar Sudah Melampaui Target
TRIBUNPONTIANAK/Rizki Fadriani
Kepala Kanwil DJPb Kalimantan Barat, Edih Mulyadi, di Kanwil DJPb Provinsi Kalbar, pada Kamis (10/10/2019) 

Penyerapan APBN Kalbar Sudah Melampaui Target

PONTIANAK- Penyerapan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kalimantan Barat melampaui target.

Namun, waktu yang mepet menyebabkan penyerapan kurang maksimal, ungkap Kepala Kanwil DJPb Kalimantan Barat, Edih Mulyadi, pada Kamis (10/10/2019).

Secara umum, sampai dengan triwulan ke-3 ini, pihaknya bisa melampaui target hingga 65-67 persen dari target awal, yakni sebesar 60 persen.

Menurutnya, penyerapan secara umum telah on the track.

Baca: Kepala BPKM: Skema KPBU untuk Mengurangi Ketergantungan APBN

Baca: Sutarmidji : Perlu Penghematan dan Pengaggaran Terarah Terkait APBN

Namun, ada beberapa penyerapan yang berada di bawah target, hal ini dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan untuk merealisasikan penyerapan tersebut.

"Memang ada beberapa penyerapan, contohnya penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, itu di bawah 55 persen, padahal waktu yang tersedia ini sangat mepet. Seperti yang ada di data, terdapat sekitar 178 miliar sudah tidak mungkin disalurkan," ungkapnya.

Ia menjelaskan jika DAK fisik memiliki waktu-waktu tertentu, yakni periode satu, periode dua dan periode tiga.

Dan yang menyebabkan dana tersebut tidak dapat tersalurkan ialah waktu yang sudah terlewatkan.

Untuk memaksimalkan penyerapan tersebut, ia menghimbau agar Pemerintah Daerah harus memetakan, kemudian melakukan koordinasi yang maksimal dengan memastikan pejabat-pejabat terkait pengelolaan anggaran paham akan perannya dan pastikan pejabat tersebut bersinergi dengan berbagai pihak, agar yang telah direncanakan dapat terselenggara dengan lancar.

"Nah, kan itu bisa terselenggara dengan yang mereka rencanakan. Masalah utama terkait dengan perencanaan sebetulnya," imbuhnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved