Pengda IAGI Kalbar Diharapkan Mampu Bantu Stakeholder Kaji dan Kelola Potensi Keekologian

katalan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kalimantan Barat menggelar pengukuhan pengurus daerah yang diselenggarakan di Gedung Konferensi

Pengda IAGI Kalbar Diharapkan Mampu Bantu Stakeholder Kaji dan Kelola Potensi Keekologian
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama pengurus IAGI Kalbar usai pengukuhan pengurus daerah yang diselenggarakan di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Selasa (8/10/2019). 

Pengda IAGI Kalbar Diharapkan Mampu Bantu Stakeholder Kaji dan Kelola Potensi Keekologian

PONTIANAK - Ikatalan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kalimantan Barat menggelar pengukuhan pengurus daerah yang diselenggarakan di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Selasa (8/10/2019).

Setelah itu dilanjutkan dengan penandatangan Mou antara IAGI Kalbar dengan 4 Stake Holder dan Perguruan Tinggi.

Selain itu dilaksanakan juga Seminar Nasional yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiwa Pertambangan Fakultas Teknik Untan dengan mengangkat tema" Peranan data dan informasi Geospasial dalam bidang Geologi untuk mensukung pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan perencanaan wilayah di Provinsi Kalbar".

Baca: IAIN Gelar Silaturrahmi dan Dialog Kebangsaan, Menghadirkan Mantan Teroris

Baca: Nurul Bangga Jadi Paskibraka, Wali Kota Pimpin Pengukuhan

Baca: Peringatan Dini Gerakan Tanah Kalbar Oktober 2019 dari Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi

Ketua Ikatalan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pusat, Sukmandaru Prihatmoko mengatakan Kalbar secara giologi memiliki potensi yang besar dan potensi positif sumber daya kebumiannya dan potensi negatif dalam tanda kutip kebencanaannya yang perlu di kaji lebih dalam lagi.

Ia mengatakan tentunya Pengda IAGI Kalbar sangat stratrgis sekali untuk mendorong teman yang yang ada disini dan para ahli dan pemerhati geologi untuk membantu stakeholder baik pemerintah masyarakat dalam mengkaji dan mengelola potensi keekologian. Misalnya terkait tumpang tindih lahan di Kalbar.

"Saya kira diskusi hari ini bagus sekali mudah- mudahan setelah ini muncul ide supaya tumpang tindih bisa di cari akar permasalahannya ," ujarnya.

Ia mengatakan dari sisi geologi dapat di lihat potensi keekologiannya karena potensi ekologi ada di bawah permukaan jadi bisa di petakan potensi seperti apa dan akan di tampilkan dalam bentuk peta spasial atau geospasial sehingga kepentingan lainnya bisa dilihat seperti apa mensinkronkannya .

"Kalau jaman dulu ada kerjasama antar departemen ESDM dalam negeri dan kehutanam bagus sekali dan bagusnya di bagun ulang lagi sehingga tumpang tindih bisa di kurangi atau di hilangkan," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved