Masalah Pembelanjaan APBN Disebabkan Perencanaan Penganggaran yang Kurang Tepat

Ia menyampaikan, permasalahan tersebut adalah perencanaan penganggaran, yang berupa ketidaktepatan alokasi belanja sesuai dengan kebutuhan.

Masalah Pembelanjaan APBN Disebabkan Perencanaan Penganggaran yang Kurang Tepat
TRIBUNPONTIANAK/Rizki Fadriani
Kepala Kanwil DJPb Kalimantan Barat, Edih Mulyadi, di Kanwil DJPb Provinsi Kalbar, pada Kamis (10/10/2019) 

Masalah Pembelanjaan APBN Disebabkan Perencanaan Penganggaran yang Kurang Tepat

PONTIANAK - Kepala Kanwil DJPb Kalimantan Barat, Edih Mulyadi ungkapkan permasalahan yang terjadi dalam pembelanjaan APBN di Kalimantan Barat beserta solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, pada Kamis (10/10/2019).

Ia menyampaikan, permasalahan tersebut adalah perencanaan penganggaran, yang berupa ketidaktepatan alokasi belanja sesuai dengan kebutuhan.

Permasalahan eksekusi pengadaan barang dan jasa, antara lain berupa keterlambatan penyediaan lahan dan keterbatasan vendor serta tidak tersedianya barang.

Baca: Edih Mulyadi Sampaikan Kinerja APBN Kalbar

Baca: Kepala BPKM: Skema KPBU untuk Mengurangi Ketergantungan APBN

Selain itu, permasalahan eksekusi peraturan dan mekanisme seperti keterlambatan petunjuk teknis kegiatan K/L,.

Restrukturisasi Kementerian PUR yang menyebabkan keterlambatan administrasi dan permasalahan lain meliputi keterbatasan SDM kondisi alam (kondisi geografis dan cuaca) dan resiko keamanan.

Menurutnya, masalah tersebut dapat diselesaikan dengan melakukan sinergi kepada satuan kerja, pemerintah daerah aparat pengawasan fungsional, aparat keamanan, dan Pemerintah Desa setempat. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved