Kapolda Kalbar Didi Haryono Ungkap 8 Kasus Terorisme 2018 Hingga Saat Ini

Kapolda Kalimantan Barat, Irjenpol Didi Haryono menjadi satu diantara narasumber yang diundang pada kegiatan Silaturrahmi

Kapolda Kalbar Didi Haryono Ungkap 8 Kasus Terorisme 2018 Hingga Saat Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono secara resmi meluncurkan Smart SIM yang merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Polri. Peluncuran Smart SIM tersebut dilakukan Police Center Komplel Ayani Mega Mal Jl. Ahmad Yani, Selasa (24/9) sore. Turut dihadiri oleh Walikota Pontianak, Bupati Kubu Raya, Dandim, Danlanud, dan Forkopimda. 

Kapolda Kalbar Didi Haryono Ungkap 8 Kasus Terorisme 2018 Hingga Saat Ini

PONTIANAK - Kapolda Kalimantan Barat, Irjenpol Didi Haryono menjadi satu diantara narasumber yang diundang pada kegiatan Silaturrahmi dan Dialog Kebangsaan Lintas Generasi yang dilakukan oleh IAIN Pontianak, di Aula Syeikh Abdul Rani Mahmud, Kamis (10/10/2019)

Adapun tema yang diusung adalah Merawat Indonesia sebagai Rumah Kita. Menurut Didi Haryono, Pancasila su
dah final bagi Indonesia dan Indonesia.

Negara-negara timur tengah yang mau menerapkan khilafah semuanya gagal total dan tidak ada berhasil.

"Pancasila inilah pemersatu Bangsa Indonesia, tolong empat konsensus dasar mulai dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sudah final dan mahasiswa serta kaum millenial inilah penerus bangsa kedepannya," ucap Didi saat memberikan materi.

Baca: Kapolda Kalbar Bahas Cara Jitu Penanganan Karhutla dan Solusinya di Acara FGD

Baca: Kapolda Kalbar Irjen Didi Rekomendasi 6 Solusi Pencegahan Karhutla

Baca: Kapolda Kalbar: Dibanding 2015, Kebakaran Lahan di 2019 Menurun 87 Persen

Negara Indonesia harus ada untuk selama-lamanya dan menjadi rumah yang harus dijaga bersama.

Kalimantan Barat disampaikannya ada 17 etnis dari 714 etnis yang ada di Indonesia, ini harus dijaga bersama dengan Bhineka Tunggal Ika.

"Tolong jaga benar-benar keberagamaan yang ada di Kalbar, karena kitalah yang harus menjaganya, dipundak kitalah bangsa ini,"ucapnya.

Pada kesempatan itu, Didi Haryono menyampaikan kasus berkaitan dengan pelaku terorisme atau disebutnya kejahatan kemanusiaan yang ada di Kalbar.

Pada tahun 2018 sebanyak 7 orang dan tahun 2019 terdapat 1 orang yang penanganan kasusnya langsung dilimpahkan pada pusat, untuk didalami dan diusut jaringannya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved