Wawancara Eksklusif

Kalbar Paling Cepat Tangani Karhutla, Siti: Gubernur Orangnya Keras dan Mengerti Hukum

Kalbar itu mengapa bisa cepat karena gubernurnya pernah wali kota dua periode dan orangnya keras.

Kalbar Paling Cepat Tangani Karhutla, Siti: Gubernur Orangnya Keras dan Mengerti Hukum
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar diwawancarai wartawan usai makan siang di Pondok Ale Ale, Jalan Sutoyo, Pontianak, Minggu (1/9/2019). Kunjungan kerja Mentri LHK ke Pontianak dalam rangka peninjauan lokasi penyerahan hasil Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) oleh Presiden RI, Joko Widodo, di Pontianak, Kalimantan Barat. 

Kalbar Paling Cepat Tangani Karhutla, Siti: Gubernur Orangnya Keras dan Mengerti Hukum

PONTIANAK - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, kini bisa bernafas lega. Beberapa titik api (hot spot) kebakaran hutan dan lahan yang ada di beberapa provinsi, kini sudah mulai berkurang. Bahkan di beberapa provinsi disebut sudah tidak ada lagi.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi agenda tahunan memang menjadi tanggungjawabnya bersama instansi lainnya.

Berikut petikan wawancara eksklusif reporter Tribun Network, Rahmat Hidayat, dengan Menteri Siti Nurbaya, Sabtu (5/10/2019) lalu.

Tribun: Beberapa waktu belakangan karhutla menjadi perhatian publik di tanah air, bahkan pemerintah negara tetangga. Bagaimana Anda merespon peristiwa yang selalu terjadi tiap tahun itu?
Siti: Sebanyak 251 ribu personel dari TNI dan Polri ikut menangani kebakaran hutan. Saya memberi apresiasi yang tinggi kepada TNI dan Polri.

Menjaga dan mencegah kebakaran hutan memang harus melibatkan TNI dan Polri.

Di era pemerintahan Pak Jokowi, pembenahan dilakukan tidak hanya saat terjadi kebakaran,akan tetapi mencegah agar kebakaran tidak terjadi.

Tribun: Seperti apa misalnya?
Siti: Di zaman Pak Jokowi, sistem penanganannya yang dibenahi. Faktor penyebab hutan terbakar selain human error juga karena faktor alam.

Di tempat tempat tertentu, misalnya pohon cemara atau pohon yang ada bulunya, atau yang lancip, kemudian bergesek dan kena panas, jadi api. Itu memicu terjadinya kebakaran. Iklim bisa jadi penyebab terjadi kebakaran hutan.

Paradigmanya diubah, yaitu bagaimana mencegah kebakaran hutan. Kalau dulu penanganan dilakukan saat kebakaran terjadi.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved