Dihadirkan Dalam Dialog Kebangsaan, Mantan Teroris Nasir Sebut Didikte Benci Pancasila

Kemudian wilayah yang dikuasi, maka yang mulai dikuasai tempat ibadah, sekolah dan tanah dikuasi.

Dihadirkan Dalam Dialog Kebangsaan, Mantan Teroris Nasir Sebut Didikte Benci Pancasila
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Pemateri dalam Dialog Kebangsaan, Rektor IAIN Pontianak, Syarif, Kapolda Kalbar, Didi Haryono, Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Pangdam XII Tanjungpura, M Nur Rahmat, Pihak BNPT, Wajidi dan Mantan Teroris, Muhammad Nasir, di Aula IAIN Pontianak, Kamis (10/10/2019). 

Dihadirkan Dalam Dialog Kebangsaan, Mantan Teroris Nasir Sebut Didikte Benci Pancasila

PONTIANAK - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, menggelar Silaturrahmi dan Dialog Kebangsaan Lintas Generasi,  dengan tema "Merawat Indonesia sebagai Rumah Kita".

Ada yang spesial dalam dialog uang dihadiri para Forkompimda Kalimantan Barat serta ratusan mahasiswa IAIN Pontianak kali ini, yakni menghadirkan mantan Narapidana Teroris yang sudah malang melintang didunia teroris sejak 1985 lalu dan pernah mendapatkan pendidikan militer di Afganistan selama dua tahun, ia adalah Muhammad Nasir.

Sedikit mengenai riwayat hidup uang diceritakannya, ia adalah orang Singapura asli dan besar di Malaysia sehingga kewarganegaraannya adalah Malaysia dan saat ini sedang proses menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Baca: IAIN Gelar Silaturrahmi dan Dialog Kebangsaan, Menghadirkan Mantan Teroris

Baca: KRONOLOGI Wiranto Diserang dan Jatuh Tersungkur, Alami Luka Tusuk di Perut hingga Kondisi Terkini

Ia mengupas tentang jaringan dan perekrutan terorisme yang ada di Indonesia. Sebab ia adalah pelaku dan mempunyai banyak jaringan.

Muhammad Nasir menceritakan bahwa dirinya dulu merupakan anti Pancasila dan ingin merubahnya, meskipun ia bukan warga Indonesia.

"Saya dulu menolak Pancasila dan saya diajarkan kalau Pancasila adalah agama baru. Saya katakan kalau saya tidak ada urusan dengan Pancasila, saya bukan warga Indonesia.  Tapi saya dibilang wajib memperjuangkan Negara Islam Indonesia oleh Abu Bakar Baasir dan kawan-kawan waktu itu," ucap Muhammad Nasir saat mengisi Dialog Kebangsaan , di Aula Syeikh Abdul Rani Mahmud, Kamis (10/10/2019).

Ia menegaskan  pertama kali bertemu orang Indonesia adalah Ust Abu Bakar Baasir saat tahun 1885 dan umurnya saat itu 16 tahun.

Muhammad Nasir menceritakan, ia masuk dalam jaringan Negara Islam Indonesia (NII) waktu itu untuk melawan pemerintah Indonesia mendirikan negera Islam.

"NII ini mau mengembalikan negara islam yang pernah di proklamirkan oleh Karto Suwiryo di wilayah Garut pada tanggal 7 Agustus 1949," ucapnya.

Baca: Pagi Ini IAIN Gelar Silaturrahmi dan Dialog Kebangsaan Lintas Generasi

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved