Ciptakan Alat Konversi Bensin ke Gas, Amin Bawa Nelayan Kubu Raya Keliling Indonesia

Baik pemerintah dari level Kabupaten Kubu Raya, Pemprov, hingga pemerintah pusat di lintas kementerian.

Ciptakan Alat Konversi Bensin ke Gas, Amin Bawa Nelayan Kubu Raya Keliling Indonesia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HAMDAN
Penemu Konverter Kit Amin Ben Gas, Amin saat mendampingi Asisten Deputi Daya Mineral dan Non Konfensional Amalyos bersama Staf Ahli Mentri Menko Bidang Antropologi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI Tukul Rameyo beserta rombongan menyambangi pembuatan perahu Fiber dengan Konverter Kit dan mengunjungi Kawasan Wisata Manggrove Teluk Berdiri Desa Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya. Rabu (9/10/2019) 

Ciptakan Alat Konversi Bensin ke Gas, Amin Bawa Nelayan Kubu Raya Keliling Indonesia

KUBU RAYA - Hasil Inovasi Amin lewat Konverter Kit Amin Ben Gas semakin ramai dikenal di Kancah Nasional.

Alat konverter Kit yang ramai digunakan oleh para nelayan kecil, kina akan dimanfaatkan oleh para petani untuk mengairi lahan persawahan.

Daerah-daerah pertanian yang mungkin mengalami kesulitan air akan diberikan satu paket bantuan mesin Pompa air yang menggunakan Konverter Kit Amin Ben Gas.

Penemu Konverter Kit Amin Ben Gas, Amin merasa sangat bergembira atas apresiasi yang diberikan oleh pemerintah kepada dirinya atas inovasinya.

Baik pemerintah dari level Kabupaten Kubu Raya, Pemprov, hingga pemerintah pusat di lintas kementerian.

Baca: Lantik Dewan Hakim dan Panitera MTQ XXVIII Tingkat Kabupaten Ketapang, Ini Pesan Wabup Suprapto

Baca: Hanura Kalbar Dorong Munas Dipercepat dan Ingin OSO Kembali Pimpin Partai

"Terutama itu pada awalnya kepada pemerintah daerah Kubu Raya yakni Pak Bupati Muda Mahendrawan yang saat itu bersama-sama kita mengawal inovasi Konverter ini," ujarnya

Saat ini temua konverter Kitnya sudah di pakai oleh pemerintah pusat melalui program konversi oleh Kementerian ESDM RI dan KKP RI.

Serta selanjutnya nanti akan diperluas lagi penggunaanya pada sektor pertanian untuk penyedia pompa air bagi persawahan.

"Ini merupakan apresiasi dan kegembiraan bagi kita semua yang mengawal ini sejak tahun 2010 lalu. Ketika awal perjuangan banyak yang menganggap inovasi ini tidak berguna, aneh, dan hal yang mustahil bisa dipakai untuk nelayan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved