Balitbang Kalbar Bidang Inovasi Teknologi Kenalkan Khatulistiwa One Map Inovasi Pelayanan Publik

Selain itu di padukan di sinergikan sehingga masyarakat yang mau melakukan penelitian dan pengajian atau memperoleh data dengan cepat

Balitbang Kalbar Bidang Inovasi Teknologi Kenalkan Khatulistiwa One Map Inovasi Pelayanan Publik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Foto Khatulistiwa One Map Inovasi Pelayanan Publik Balitbang Kalbar 

Balitbang Kalbar Bidang Inovasi Teknologi Kenalkan Khatulistiwa One Map Inovasi Pelayanan Publik

PONTIANAK - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang)  Kalimantan Barat, Bidang Inovasi Teknologi bekerjasama dengan beberapa peneliti dan rekayasa  Balitbang Kalbar menciptakan inovasi baru yaitu Khatulistiwa One Map (KOM) proyek inovasi pelayanan publik.

Peneliti Madya, Rudi Setyo Utama menjelaskan Khatulistiwa One Map adalah sistem pelayanan inovasi yang berbasis data geospasial dengan tujuan untuk mempermudah pelayanan akses penelitian dan pengembangan, pengkajian dan perolehan informasi data yang tepat dan akurat dari pengguna  khususnya untuk masyarakat maupun institusi lain  yang memerlukan.

"Pembuatan Khatulistiwa One Maps kita inovasi dan bekerjasama dengan para peneliti. Untuk aksesnya bisa melalui http://litbang.kalbarprov.go.id/ atau http://adipurwan.com," ujarnya.

Hal ini disampaikannya saat menampilkan KOM pada saat bersamaan dengan pengukuhan pengurus daerah Ikatalan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kalimantan Barat yang diselenggarakan di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Selasa (8/10/2019).

Baca: VIDEO: Tarian Khas Dayak Hibur Tamu dan Undangan di Pembukaan Musda AKLI Kalbar ke XI

Baca: VIDEO: Pasang Bracing, ALFI Setujui Penutupan Total Jembatan Kapuas II dari Pukul 12 Siang-24.00 WIB

Ia mengatakan Balitbang Kalbar mengembangkann sesuatu di era teknologi digital untuk memberikan informasi data yang bisa cepat di akses oleh masyarakat dan stakeholder khususnya untuk kahtulistiwa one map .

Hal iji tercpita di dasari beberapa data yang tersebar di masing- masing stake holder misalnya di Bappeda , PU, Perindustrian dan Perdangan dan kehutanan, Pertanian, Perkebunan dan seterusnya itu harus disinergijan dan di susun dalam satu sistem data yang bisa di akses cepat oleh masyarakat.

"Selain itu di padukan di sinergikan sehingga masyarakat yang mau melakukan penelitian dan pengajian atau memperoleh data dengan cepat ," ujarnyanya.

KOM disajikan dalam bentuknya seperti aplikasi walaupun masih merintis dan masih belum sempurna karena pengisian langsung oleh masing-masih stake holder  yang ada di provinsi Kalbar.

"Menunya itu dari masing-masing stake holder yang mengisi datang masing- masing dan di update sendiri oleh mereka dan itu akan di overlay dari beberapa wilayah dan kawasan yang ada ," ujarnya.

Ia mengatakan gagasan ini berawal dari kebijakan pemerintah untuk satu peta dan ditindak lanjuti oleh Pemda Kalbar.

"Kita diharapkan juga mengembangkan kebijkan satu peta ini yang di inisisasi oleh bidang inovasi teknologi bekerjasama dengan peneliti dan rekayasa di Balitbang Provinsi Kalbar ," ujarnya.

KOM ini hanya untuk wilayah Kalbar dengan tujuan untuk mempermudah akses perizinan sehingga yang tadinya dilakukan perizinan lama sekarang cukup melihat apakah izin di lakukan oleh calon pengusaha jadi meggunakan cukup satu data.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved