Penjelasan PLN Kalbar Terkait Kalbar Masih Impor Listrik dari Malaysia

Ia mengatakan sistem kelistrikan di Kalbar mengalami surplus daya 116 Mega Watt (MW) yang juga hasil import dari Malaysia.

Penjelasan PLN Kalbar Terkait Kalbar Masih Impor Listrik dari Malaysia
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Peserta Musyawarah Daerah XI Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Kalimantan Barat, di hotel Golden Tulip, Pontianak, Rabu (9/10/2019). 

Penjelasan PLN Kalbar Terkait Kalbar Masih Impor Listrik dari Malaysia

PONTIANAK- Senior Manager Niaga dan PP PT. PLN (persero) UIW Kalbar, Samuji terkait Kalbar yang masih import listrik dari Malaysia.

Ia mengatakan sebelumnya semua ini sudah menjadi pertimbangan manajemen.

"Kalau mau pakai solar import juga lebih mahal dari Singapura, tapi kalau menggunakan energi baru dan terbarukan dari PLTA lebih murah. Kita tidak selamanya import ke Malaysia ketika pembangkit kita sudah siap dan target penyelesaiannya akan di kaji ulang," ujarnya saat menghadiri Musda Ke- XI AKLI Kalbar, di Hotel Golden Tulip, Rabu (9/10/2019).

Baca: Rencana Pembangunan PLTN di Kalbar, AKLI Siap Untuk Sisi Pendistribusiannya

Baca: Sutarmidji Sebut 180 Desa Tak Mungkin Teraliri Listrik PLN

Ia mengatakan sistem kelistrikan di Kalbar mengalami surplus daya 116 Mega Watt (MW) yang juga hasil import dari Malaysia.

Sedangkan daya mampu di Kalbar 469 Mega watt, beban puncaknya 353 mega watt , dan cadangan 116 mega watt.

"Sebenarnya untuk cadangan normal 30 persen tapi kita punya 47 persen dan masih surplus. Jadi investor mau datang kita siap," ujarnya.

Selain itu untuk pelayanan pengguna listrik di daerah perbatasan tentu terus diutamakan dan diberikan kemudahan dan lebih cepat sesuai permen daerah 3T semua masyarakat yang mau menyambung listrik akan mendapatkan diskon 50 persen. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved