Pemkab Mempawah Manfaatkan Peran Aparatur Desa Dalam Penanganan Bencana

Muhammad Pagi mengatakan, ketika musim hujan, maka bencana alam yang menjadi langganan di Kabupaten Mempawah adalah banjir dan angin puting beliung

Pemkab Mempawah Manfaatkan Peran Aparatur Desa Dalam Penanganan Bencana
TRIBUNPONTIANAK/Ya'M Nurul Anshory
Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar sosialisasi pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana di Gedung Mempawah Convention Center (MCC), Selasa (8/10). 

Pemkab Mempawah Manfaatkan Peran Aparatur Desa Dalam Penanganan Bencana

MEMPAWAH - Kabupaten Mempawah merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Barat yang rawan akan bencana, baik itu bencana karena faktor alam maupun non alam.

Hal itu dikarenakan konsekuensi dari iklim tropis yang hanya memiliki dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau.

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengatakan, ketika musim hujan, maka bencana alam yang menjadi langganan di Kabupaten Mempawah adalah banjir dan angin puting beliung.

Sedangkan ketika musim kemarau akan menyebabkan kekeringan di lahan gambut yang akhirnya berpotensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sedangkan bencana seperti kebakaran dan sebagainya juga kerap kali terjadi.

"Selama ini Pemerintah Daerah (Pemda) selu berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan bencana, dan penanggulangan, seperti yang terjadi baru-baru ini karhutla yang tergolong parah di Kabupaten Mempawah membuat kita harus mempersiapkan diri kedepannya agar hal serupa tidak terulang lagi," ujarnya, Selasa (8/10) pagi.

Baca: VIDEO: Kusmana Meninjau Pemasangan Implan Pada Warga di Mempawah

Muhammad Pagi mengatakan, penanganan bencana di Kabupaten Mempawah tidak bisa lepas dari peran Pemerintah dan masyarakat serta seluruh instansi vertikal lainnya yang harus bersinergi dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan.

"Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja harus didukung oleh masyarakat dan dunia usaha lainnya dan itu merupakan trilogi kebersamaan dalam menangani bencana, yang mana itu harus mencakup kemampuan, kesiapsiagaan, penyelamatan, rehabilitasi dan rekonstruksi serta pemantapan kelembagaan," paparnya.

Muhammad Pagi mengatakan, dalam rangka mendukung penanganan bencana maka sosialisasi pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana merupakan upaya strategis yang diharapkan dapat membuka wawasan dan menambah pengetahuan masyarakat agar dapat melaksanakan atau menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan bencana.

"Pemerintah sedang memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait bencana, saya berharap agar setelah mengikuti sosialisasi ini peserta akan memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam upaya penanganan, penanggulangan bencana yang akan terjadi kedepannya serta mempunyai kesadaran pribadi yang tinggi dan terpanggil untuk melakukan kegiatan kemanusiaan," tuturnya.

Baca: Ini Daftar Nama Kepala Daerah Kabupaten Mempawah Sejak Periode 1960-1968

Halaman
12
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved