IAIN Gelar Seminar dan Bedah Buku Bersama NU Bali

Prodi Studi Agama-agama IAIN Pontianak bekerja sama dengan LTN NU Provinsi Bali menggelar acara Seminar Islam Kultural

IAIN Gelar Seminar dan Bedah Buku Bersama NU Bali
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama pemateri seminar IAIN dan NU Bali 

Citizen Reporter
Mahasiswa IAIN Pontianak
Febri Utami

IAIN Gelar Seminar Dan Bedah Buku Bersama NU Bali

PONTIANAK - Prodi Studi Agama-agama IAIN Pontianak bekerja sama dengan LTN NU Provinsi Bali menggelar acara Seminar Islam Kultural yang diisi dengan kegiatan bedah buku, Selasa (8/10/2019).

Buku yang dibedah adalah buku Fikih Muslim Bali: Geliat Umat Mayoritas sebagai Komunitas Minoritas yang ditulis oleh Ustad Muhammad Taufiq Maulana, S.Sy., M.h.

Acara ini sendiri dihadiri oleh dua Narasumber yaitu oleh Ustad Muhammad Taufiq Maulana selaku penulis dan Dr. Patmawati selaku dosen Studi Agama-agama, Ketua dan Sekretaris Prodi Studi Agama-agama, Dosen-dosen lain dan Mahasiswa Prodi Studi Agama-agama dari berbagai semester.

Baca: KSEI IAIN Pontianak Gelar Kajian, Bahas Komponen Ekonomi Syariah

Baca: PMII Rayon Azzanurji IAIN Pontianak Menggelar Mapaba

Baca: Lahir Sebagai Disabilitas, Siti Tak Menyangka Bisa Melanjutkan Cita-cita Kuliah di IAIN Pontianak

Kegiatan seminar ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah yaitu bapak Dr. Ismail Ruslan. Beliau sendiri sangat mendukung dan mengapresiasi atas dilaksanakannya kegiatan ini.

Dalam sambutannya beliau menuturkan “Mahasiswa SAA kita memang kecil dan sedikit jumlahnya, tapi kita harus bisa lebih berkualitas dari pada yang lain”.

Selain itu beliau juga mengungkapkan bahwa saat ini Prodi Studi Agama-agama masih dalam upaya untuk berbenah dan mengembangkan prodinya sehingga tidak hanya dikenal di IAIN saja melainkan juga di penjuru dunia.

Kegiatan ini sangat penting bagi Mahasiswa Prodi Studi Agama-agama. Selama ini Kalimantan Barat memiliki duabelas catatan konflik yang terjadi antar golongan dan situasi ini harus bisa pelajari dari Bali.

Mengapa? Karena Bali kini dinobatkan sebagai kiblat toleransi untuk melihat kerukunan beragama pada masyarakatnya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved