Firasat Korban Speedboat Tenggelam di Sungai Kapuas Setelah Sholawat Akbar di Kota Pontianak

Firasat Korban Speedboat Tenggelam di Sungai Kapuas Setelah Sholawat Akbar di Kota Pontianak

Keluarga pun membawanya pulang ke rumah untuk dirawat.

"Semalam yang baru dia bisa melihat orang benar tuh jam dua lah, dia itu kayak hilang semangat. Kalau kata orang itu trauma, dia itu sempat nangis juga ndak sadar dia. Awalnya dia itukan ndak apa-apa, terus dia itu ketarik sama orang," katanya.

Suhendi mengaku bersyukur sang putra dapat selamat, dan ia tak menyalahkan siapapun atas kejadian ini, karena menurutnya tak ada seorangpun di dunia yang mengharapkan hal buruk terjadi.

"Yang penting anak ini (menunjukkan ke sang anak) selamat udah alhamdulillah lah. Udah musibah mau diapakan lagi ya kan, yang penting nyawanya udah selamat, siapapun kan juga ndak mau ada kejadian kayak gitu," ujarnya.

Rebutan Naik

Motoris speed boat, Sapta Ardiyanto, atau yang biasa disapa Ari juga menurutkan bagaimana speed boat yang ia kemudikan bisa tenggelam.

Ari yang sudah menjalankan pekerjaan ini selama empat tahun mengatakan, bahwa waktu itu ada sekitar 24 penumpang yang naik. Dengan adanya satu rombongan anak remaja yang mau naik tetapi tidak ingin dipisah.

Atas kejadian tersebut, banyak yang menilai bahwa kejadian tersebut bisa terjadi karena speed boat yang ia kemudian kelebihan muatan.

Ia pun menjelaskannya bahwa, sebenarnya speed boat tidak kelebihan muatan, karena menurutnya bila speed boat yang ia bawa kelebihan muatan, mungkin sewaktu di tengah sungai sudah tenggelam duluan.

"Memang ada satu rombongan anak muda berjumlah sekitar 17 yang orang datang untuk meminta naik dan tidak mau dipisah dengan rombongan. Para anak remaja atau ABG gitu naik dan sewaktu naik itu mereka seperti bergurau," ungkapnya kepada Tribun, pada Selasa (8/10).

Saat speed boat sudah dekat pada dermaga, anak-anak remaja tersebut malah langsung berdiri dan maju ke bagian depan speed boat semua. Sehingga menyebabkan speed boat berat pada bagian depan.

"Dalam perjalanan sih aman-aman sekali. Saat sudah mau sampai tujuan, mendekat ke bagian dermaga, mereka itu rebutan ingin naik. Langsung berdiri dan maju semua ke bagian depan speed boat, jadilah bagian depan itu langsung nyungsep," jelasnya.

Ia mengatakan, tenggelamnya speed boat itu pelan-pelan, dan untungnya speed boat juga sangat dekat pada dermaga.

Jadi bila ada yang tidak bisa menyebrang pun itu sebernya bisa langsung memegang pada bagian dermaga.

"Untung udah dekat, jadi sewaktu speed boat itu nyugsep langsung ditolong beberapa teman saya yang ada di sana," katanya.

Ia mengatakan kejadian tersebut tidak ada memakan korban jiwa, apalagi sampai hilang tenggelam.

Karena dirinya mengaku, sewaktu penumpang sudah berhasil naik ke dermaga semua, ia langsung mengecek dan menanyakan satu persatu orang yang menjadi penumpangnya.

Ia juga sudah memberikan laporan dan keterangan kepada pihak Polair Kota Pontianak terkait kejadian tersebut. Ia juga membawa seorang saksi mata yang juga ikut menjadi korban kejadian tersebut.

"Alhamdulillah sejauh ini tidak apa-apa, dan saya juga mendengar rombongan yang berasal dari daerah Purun juga sudah kembali pulang ke daerah," tuturnya.

Saat ini Ari hanya bisa pasrah, karena speed boat miliknya masih tenggelam. Speed boat yang dioperasikannya itu adalah satu-satunya mata pencahariannya sehari-hari.

Dihubungi terpisah, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, bersyukur peristiwa itu tidak merenggut nyawa korban dan semuanya terselamatkan dengan kesigapan masyakat lainnya untuk menolong para korban.

Edi Kamtono meminta pada masyarakat untuk berhati-hati dan jangan pernah mau menaiki atau menumpang pada speed boat yang tidak layak dan bermuatan berlebihan.

"Terpenting korban terselamatkan dan tolong masyarakat saya minta pada Dinas Perhubungan untuk diberi sosialisasi jangan pernah naik speed boat kalau muatannya melebihi kapasitas yang telah di atur," ucap Edi Kamtono.

Ia menegaskan aturan terkait sudah jelas dalam Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 22 Tahun 2019, tentang Operasional Angkutan Sungai dengan Sampan Bermotor dalam Kota Pontianak.

"Aturan itu dibuat demi keselamatan penumpang juga dan kepada para penambang speednya harus di-breefing serta peringatan yang tegas, agar kejadian ini tak terulang kembali," pungkasnya.

Kapolresta Pontianak AKBP Ade Ary Syam Indradi menegaskan, tidak ada korban jiwa apalagi korban hilang pada peristiwa kecelakaan speed boat yang mengangkut penumpang di Sungai Kapuas, Senin (7/10) malam.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.05 WIB. Penumpang speed boat merupakan warga yang baru pulang dari kegiatan di Alun-alun Kapuas.

Adapun diketahui speed boat fiber tersebut mengangkut sebanyak 24 penumpang dan satu pengemudi atau motoris speed boat.

"Jadi tidak ada korban ya seperti informasi yang beredar. Dan tidak ada yang hilang sampai belum ditemukan sampai sekarang itu tidak benar. Saya pastikan lagi bahwa memang benar peristiwa itu, namun korban semua selamat ada beberapa yang langsung dibawa ke Puskesmas di Siantan, ada yang dirujuk ke RSU St Antonius," ujarnya.

Ade Ary juga menuturkan kronologi peristiwa tersebut saat penumpang hendak pulang ke Siantan setelah mengikuti acara HUT Kota Pontianak di Alun-alun Kapuas dengan menggunakan speed boat pengangkut penumpang.

Kapolsek Pontianak Utara Kompol Abdullah Syam juga menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tenggelamnya perahu mesin penyeberangan di sungai Kapuas yang dinaiki 24 orang jemaah yang baru saja menyaksikan Tablik Akbar di Taman Alun-alun Kapuas.

Hanya saja, terdapat 11 orang yang sempat menerima perawatan di Puskesmas Sintan Hilir.

"Yang seharusnya speed boat itu gak dinaiki 24 orang, ini dinaiki 24 orang, dengan kondisi gelap, malam, arus deras. Menurut saksi sebelum sampai di dermaganya airnya makin deras, lalu perahu itu oleng," Kompol Abdullah.

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Kompol Abdullah Syam mengungkapkan bahwa penanganan kasus ini ditangani oleh Polair dan hingga kini pihak kepolisian juga masih belum menetapkan tersangka atas insiden yang ada.

Sementara itu, Eka Wahyuni, Koordinator UGD Puskesmas Siantan Hilir mengungkapkan 12 orang sempat di rawat di UGD Puskesmas Siantan Hilir, dan satu di antaranya dirujuk ke RSU St Antonius beradasarkan permintaan keluarga.

Para korban sempat menerima perawatan dari pukul 23.00 hingga sekira pukul 03.00 dini hari. Setelah itu, seluruh korban kembali ke rumah masing-masing karena telah membaik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, menjelaskan dari 24 penumpang speed boat nahas, 12 orang dilarikan ke Puskesmas 24 jam Siantan Hilir, guna mendapatkan penanganan medis. Para korban dibawa aparat dan masyarakat yang menyelamatkan sekitar pukul 23.15 WIB ke Puskesmas.

Seluruh korhan dalam kondisi sadar dan langsung mendapatkan penanganan medis.

"Korban datang sekitar jam 23.15, jumlahnya 12 orang. Tiga orang laki-laki dan sembilan orang perempuan," ujar Sidiq Handanu.

Setelah mendapatkan penanganan medis, sekira pukul 02.30 WIB, pasien sudah kembali ke rumah masing-masing.

Sementara untuk alamat para korban yang dilarikan kerumah sakit, Handanu menyebutkan dari 12 korban yang dilarikan kerumah sakit, satu orang tinggal di Jl Selat Sumba, satu orang di Jl Kebangkitan Nasional, serta 10 korban merupakan warga Purun Kecil, Kabupaten Mempawah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi, menjelaskan kejadian sekitar pukul 22.35 WIB. Saat itu, Sholawat Akbar Kota Pontianak yang dilangsungkan di Alun-alun Kapuas sudah selesai dan warga pulang ke tempat masing-masing.

Dikatakan, peristiwa tenggelamnya speed boat yang membawa penumpang ini karena mengangkut penumpang over kapasitas atau berlebihan.

Warga menggunakan speed boat sebagai transportasi, lantaran kapal penyeberangan atau kapal feri dari dermaga Siantan-Bardan serta sebaliknya memang sudah tidak beroperasi karena batas waktu operasionalnya 19.30 WIB.

Terkait operasional angkutan sungai ia menegaskan sudah ada aturan. Aturan tersebut tertuang dalam Perwa Nomor 22 tahun 2019, tentang Operasional Angkutan Sungai dengan Sampan Bermotor Dalam Kota Pontianak.

"Sudah ada aturan dan kami juga melakukan sosialisasi pada masyarakat.  Dengan kejadian ini kami akan pasang spanduk penegasan agar pengemudi speed boat taat aturan dan penumpang tidak boleh menaiki speed boat melebihi kapasitas," tegas Utin Srilena Candramidi. 

Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved