Asdep Kemenko Kemaritiman RI Sambangi Eco Wisata Mangrove dan Pengrajin Perahu Sungai Kupah

Sejak tahun 2017 lalu Konverter Kit mulai dikenal di Kancah Nasional karena telah diprogramkan oleh Pemerintah melalui Kementerian ESDM.

Asdep Kemenko Kemaritiman RI Sambangi Eco Wisata Mangrove dan Pengrajin Perahu Sungai Kupah
TRIBUN PONTIANAK/Hamdan Darsani
Asisten Deputi Daya Mineral dan Non Konfensional Amalyos bersama Staf Ahli Mentri Menko Bidang Antropologi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI Tukul Rameyo beserta rombongan menyambangi Kawasan Wisata Manggrove Teluk Berdiri Desa Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya. Rabu (9/10/2019). 

Asdep Kemenko Kemaritiman RI Sambangi Eco Wisata Mangrove dan Pengrajin Perahu Sungai Kupah

PONTIANAK - Asisten Deputi Daya Mineral dan Non Konfensional Amalyos bersama Staf Ahli Mentri Menko Bidang Antropologi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI Tukul Rameyo beserta rombongan menyambangi Kawasan Wisata Manggrove Teluk Berdiri Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (9/10/2019).

Sebelum sampai di Kawasan Eko Wisata Mangrove, Dua Pejabat yang berdinas di Kemenko Bidang Kemaritiman RI tersebut juga melihat langsung para pengrajin perahu ketinting berbahan fiber dan menggunakan mesin dengan bahan bakar minyak yang dikonversi dengan gas hasil penemuan Amin Ben Gas di Desa Sungai Kupah.

Asisten Deputi Daya Mineral dan Non Konfensional Amalyos menuturkan penemuan alat konverter kit dari Amin Ben Gas Merupakan penemuan yang spektakuler.

Baca: Amin BenGas Penemu Konverter Kit Bensin ke Gas Asal Kalbar

Baca: Profil Desa Sungai Kupah dengan Luas Wilayah 24,00 KM Persegi

Sejak tahun 2017 lalu Konverter Kit mulai dikenal di Kancah Nasional karena telah diprogramkan oleh Pemerintah melalui Kementerian ESDM.

"Sejak saat itu alat inovasinya dari Bang Amin mulai tersebar dimana-mana di sejumlah wilayah di Nusantara untuk para nelayan ," ujarnya.

Ia menerangkan saat ini Pemerintah juga sudah memikirkan untuk memperluas untuk memproyeksikan bahwa penerima manfaat atau pengguna alat konverter kit tidak hanya digunakan untuk nelayan, akan tetapi juga digunakan kepada para petani.

Daerah-daerah pertanian yang mungkin mengalami kesulitan air akan diberikan satu paket bantuan mesin Pompa air yang menggunakan Konverter Kit Amin Ben Gas.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat Perpresnya juga sudah terbit untuk mendorong bahwa alat konversi tersebut tidak hanya untuk rumah tangga dan nelayan, akan tetapi juga Petani," ujarnya.

Menurutnya perhatian pemerintah cukup besar terhadap para nelayan kecil dan diharapkan program konversi terus diperluas penerima manfaatnya.

Halaman
12
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved