Speed Jamaah Sholawat Karam

Tak Ada Korban Jiwa, Polisi Selidiki Insiden Tenggelamnya Speed di Sungai Kapuas

Jadi semua 24 orang itu kita bawa ke rumah sakit karena ada beberapa yang mengalami stres, trauma, susah bernafas,

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Kapolsek Pontianak Utara Kompol Abdullah Syam (tengah) saat ditemui Tribun di Mapolsek Pontianak Utara, Selasa (8/10/2019). 

Selidiki Insiden Tenggelamnya Speed di Sungai Kapuas, Kapolsek: Kondisi Korban Sudah Membaik

PONTIANAK - Kapolsek Pontianak Utara Kompol Abdullah Syam menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tenggelamnya perahu mesin atau speed penyeberangan di sungai Kapuas yang dinaiki 24 orang jemaah yang setelah menyaksikan Tablik Akbar di Taman Alun-Alun Kapuas, Senin (7/10/2019) malam.

Dalam insiden itu, terdapat 11 orang mendapat  perawatan di Puskesmas Sintan Hilir.

Kompol Abdullah mengatakan, kala itu Perahu mesin yang hanya di berkapasitas belasan orang, dinaiki hingga 25 orang termasuk pengemudi.

Kemudian, saat setelah mendekati dermaga, tiba-tiba bagian depan perahu mesin tersebut menunjam ke bawah dan seketika itu pula perahu tenggelam.

"Yang seharusnya Speed itu gak dinaiki 24 orang, ini dinaiki 24 orang, dengan kondisi gelap, malam, arus deras. Menurut saksi sebelum sampai di dermaganya airnya makin deras, lalu perahu itu oleng dan speed langsung nyungsap tenggelam, dan sampai saat ini speed dalam air,"ungkap Kompol Abdullah.

Baca: BREAKING NEWS - Speed Jamaah Sholawat Akbar Kota Pontianak Tenggelam di Sungai Kapuas Jam 22.35 WIB

Baca: Korban Speed Karam Kebanyakan Asal Mempawah, Tiga Laki-laki dan 9 Perempuan Alami Hipotermia

Saat kejadian, para korban yang tenggelam sempat di tolong oleh para pengemudi perahu mesin yang kala itu berada di lokasi.

Seluruh korban kala itu langsung di bawa ke Puskesmas, dan hanya 11 orang yang menerima perawatan.

"Jadi semua 24 orang itu kita bawa ke rumah sakit karena ada beberapa yang mengalami stres, trauma, susah bernafas, sehingga tadi malam ada sekira 11 orang yang memang dirawat, ada yang di infus, di kasi oksigen, dan perawatan sampai pukul 03.00 WIB," tambah Abdullah Syam.

Baca: Speed Pembawa 24 Jamaah Sholawat Akbar Pontianak Karam di Sungai Kapuas, Satarudin Angkat Bicara

Hingga kini pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut, Kompol Abdullah Syam mengungkapkan bahwa penanganan kasus ini ditangani oleh Polair dan hingga kini pihak kepolisian juga masih belum menetapkan tersangka atas insiden yang ada.

"Untuk tersangka, itu masih dalam penyelelidikan, apakah ada unsur kelalaian, atau kesengajaan, tadi malam kita langsung berkoordinasi dengan Polair, dan untuk proses penyelidikan dan penyidikannya itu nanti ditangani Pol Air, dan dari tadi malam sampai pagi ini sang drivernya ini masih di mintai keterangan di Polair,"terangnya.

Sementara itu, Eka Wahyuni selaku koordinator UGD Puskesmas Siantan Hilir mengungkapkan bahwa 12 orang sempat di rawat di UGD Puskesmas Siantan Hilir, dan 1 di antaranya di rujuk ke RS Antonius beradasarkan permintaan Keluarga.

Para korban sempat menerima perawatan daru pukul 23.00 hingga sekira pukul 03.00 dini hari, dan setelah itu, seluruh korban kembali kerumah masing - masing karena telah membaik.

 Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved