Respon Postingan Warga Sakit Ditandu, Ini yang Dilakukan Wali Kota Singkawang

Tjhai Chui Mie merespon postingan akun atas nama Tatut Je'e yang viral mengenai kondisi warga sakit yang ditandu viral di media sosial facebook.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie 

Respon Postingan Warga Sakit Ditandu, Ini yang Dilakukan Wali Kota Singkawang

SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie merespon postingan akun atas nama Tatut Je'e yang viral mengenai kondisi warga sakit yang ditandu viral di media sosial facebook.

Chui Mie menceritakan setelah dirinya dilantik, bersama Kapolres sebelumnya AKBP Yury Nurhidayat, Dandim 1202/skw sebelumnya, Letkol Inf Abdul Rahman dan seorang pengusaha ke daerah Mantoman.

"Daerah-daerah yang tak berlistrik seperti Mantoman setelah terpilih saya sudah pergi, sudah dipetakan dan tinggalkan anggaran, tinggal melaksanakannya saja," katanya saat dihubungi, Selasa (8/10/2019).

Ia mengakui memang disampaikan bahwa di daerah sana listrik saja belum masuk.

Baca: Viral Warga Sakit Ditandu, Wali Kota Singkawang Perintahkan Lurah dan Camat Cek Kebenaran

Baca: VIRAL Postingan Foto Orang Sakit Diduga di Singkawang Ditandu, Singgung Wali Kota Singkawang

Pada waktu itu Ia mendapatkan bantuan tenaga listrik solar Cell untuk 98 kepala keluarga (KK).

Menurut rencana harusnya listrik telah selesai dipasang pada Desember di tahun kemarin, tetapi karena pengiriman dan sebagainya itu terkendala.

Namun beberapa hari yang lalu dirinya dihubungi bahwa bantuan solar cell sudah dibongkar di Jakarta dan akan dikirim lagi ke Singkawang.

"Targetnya bisa sampai ke Singkawang pada HUT Pemkot Singkawang ke-18 tahun ini," ceritanya.

Orang nomor satu di Kota Singkawang ini juga menyampaikan kondisi jalan di sana.

Dirinya sudah berbicara bersama Dandim, bahwa akan dilakukan pengerjaan melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) untuk pembangunan jalan dan jembatan pada anggaran 2020.

Kemudian sebagai alternatif listrik, Ia juga sudah memasukkan pengajuan ke PLN.

Nanti akan dilihat yang mana dulu, bila memang dapat bantuan, Pemkot tidak menggunakan PLN.

Hal ini karena penggunaan dana melalui PLN memerlukan biaya yang besar. Belum lagi jangkauan yang jauh dan jumlah penduduk yang sedikit.

"Kita sudah masukkan melalui PLN maupun Corporate Social Responsibility (CSR), dua langkah kita pakai," ungkap Chui Mie. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved