Mendikbud: Jaringan Kebudayaan Nasional Meningkatkan Kekuatan Nasional

Muhadjir Effendy juga mengingatkan tugas bersama seluruh pemangku kepentingan kebudayaan nasional adalah mengkonsolidasi kekuatan budaya yang ada.

Mendikbud: Jaringan Kebudayaan Nasional Meningkatkan Kekuatan Nasional
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy 

Citizen Reporter
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Mendikbud: Jaringan Kebudayaan Nasional Meningkatkan Kekuatan Nasional

PONTIANAK- Makin surutnya kegiatan berkebudayaan di berbagai daerah serta maraknya intoleransi di masyarakat menjadi urgensi penyelenggaraan kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional.

Sebagai ruang bersama, PKN diharapkan dapat mendorong terwujudnya sikap saling memahami, menghargai, dan menghormati di antara anak bangsa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy juga mengingatkan tugas bersama seluruh pemangku kepentingan kebudayaan nasional adalah mengkonsolidasi kekuatan budaya yang ada.

Kemudian mengkapitalisasinya sehingga menjadi kekuatan nasional.

Baca: Resmi Dibuka, Pekan Kebudayaan Nasional Jadi Ruang Bersama untuk Indonesia Bahagia

Baca: Peringati Hari Museum Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gelar Sepekan Festival Museum

"Salah satu langkah terpenting dalam hal ini adalah membangun keterhubungan antar ekspresi dan inisatif budaya dari seluruh pelosok tanah air. Kita butuh gerakan budaya yang terpadu, tidak tercerai-berai," tutur Guru Besar Universitas Negeri Malang ini.

Dilanjutkan Mendikbud, bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah sebuah jaringan kerja kebudayaan.

Pekan Kebudayaan Nasional menjadi platform tempat semua pelaku dan pemangku kepentingan dapat terlibat dalam upaya memajukan kebudayaan Indonesia.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengungkapkan rencana berbagai pihak untuk menjadikan Pekan Kebudayaan Nasional sebagai kegiatan reguler yang diselenggarakan setiap tahun.

Jika Pekan Olahraga Nasional (PON) diselenggarakan berbasis kompetisi olah raga, maka PKN diharapkan lebih menjadi pemicu kerja kolaborasi antarpegiat kebudayaan nasional.

"Di dalam kebudayaan bahasanya kerja sama, bahasa kolaborasi, bahasa gotong royong. Dan ini menjadi landasan pemikiran dari Pekan Kebudayaan Nasional," ungkap Dirjen Hilmar.

Pekan Kebudayaan Nasional berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada tanggal 7 hingga 13 Oktober 2019. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.

Pengunjung dapat melakukan pendaftaran serta menemukan informasi seputar jadwal kegiatan pada laman pkn.kebudayaan.id. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved