Beberapa Fasilitas di Museum Kalbar Masih Kurang, Ternyata Ini Alasannya

Sejauh ini untuk fasilitas di Museum yang masih kurang seperti belum adanya audio visual, laboratorium khusus untuk konservasi.

Beberapa Fasilitas di Museum Kalbar Masih Kurang, Ternyata Ini Alasannya
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Pertunjukan busana di Sepekan Festival Museum Kalbar, Senin (7/10/2019). 

Beberapa Fasilitas di Museum Kalbar Masih Kurang, Ternyata Ini Alasannya

PONTIANAK- Kepala UPT Museum, Kusmindari Tri Wati mengatakan sejauh ini pada tahun 2019 kunjungan masyarakat ke Museum Kalbar dari data terakhir bulan Januari sampai bulan ini ada 8 ribuan pengunjung.

"Setiap akhir tahun selalu banyak pengunjung dan tidak sepi selalu ada sekolah - sekolah melakukan kunjungan ke Museum untuk anak sekolah karena disini juga sebagai pelayanan edukasi," ujarnya usai menghadiri acara pembukaan Sepekan Festival Museum, Senin (7/10/2019).

Ia mengatakan ditahun sebelumnya pengunjung ke Museum bisa sampai belasan ribu yang dihitung dari awal sampai perhitungan akhir tahun dan setiap tahunnya pengunjung tidak pernah turun secara drastis.

Baca: Lismaryani Sutarmidji: Sepekan Festival Museum Sebagai Ajang Promosi Museum Kalbar

Baca: Museum Kalbar Masuk Kategori A di Seluruh Indonesia

"Jadi masih banyak sekali peminat yang berkunjung di museum ini ," ujarnya.

Sejauh ini untuk fasilitas di Museum yang masih kurang seperti belum adanya audio visual, laboratorium khusus untuk konservasi yang memang belum ada tempat khusus dan masih banyak yang harus dibenahi.

"Karena memang yang digunakan sejauh ini dana yang digunakan adalah dari pusat untuk non fisik," ujarnya.

Ia mengatakan hal yang paling penting saat ini di Museum adalah Audio visual karena untuk membuat inovasi dengan film-film pendek bagaimana membuat data museum di web dan bisa tinggal diklik.

"Itu bisa menjadi suatu inovasi jika tidak museum akan seperti ini hanya untuk menyimpan benda bersejarah saja," ujarnya.

Sejauh ini jumlah koleksi benda bersejarah di Museum Kalbar ada 4 ribu terdiri dari 10 jenis seperti kramik, naskah kuno, etnografi, kain, kayu, logam dan lain sebagainya .

"Agenda ke depan akan ada kegiatan belajar bersama di Museum dan Museum masuk sekolah," ucapnya.

Belajar bersama di Museum akan di adakan seminggu dua kali dan harus ada sekolah yang belajar di sini untuk semua tingkat pendidikan.

"Tahun ini kita gandeng khusus untuk adek adek yang berkebutuhan khusus dari SLB. Fasilitas yang disiapkan bagi penyandang disabilitas sendiri seperti permainan anak-anak, kursi roda dan masih mengusahakan gedung utama tangganya bisa digunakan para disabilitas suapaya bisa melihat barang- barang bersejarah di lantai 2," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved