Pemprov Ingin Semua Pihak Bersinergi Atasi Abrasi Pantai di Kalimantan Barat

Adi menjelaskan, untuk memperkuat pertahanan daratan dari hataman ombak di bibir pantai, hutan mangrove menjadi benteng pertama.

Pemprov Ingin Semua Pihak Bersinergi Atasi Abrasi Pantai di Kalimantan Barat
TRIBUNPONTIANAK/Ya' M Nurul Anshory
Komandan Pangkalan Utama TNI AL XII (Danlantamal XII) Pontianak Laksma TNI Agus Hariadi (tengah) bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Adi Yani (kanan) saat menanam mangrove di Kabupaten Mempawah, Senin (7/10) pagi. 

Pemprov Ingin Semua Pihak Bersinergi Atasi Abrasi Pantai di Kalimantan Barat

MEMPAWAH - Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Adi Yani mengatakan, Kuala Secapah di Kecamatan Mempawah Timur merupakan salah satu daerah pesisir yang ada di Kalimantan Barat.

"Daerah pesisir ini semuanya rawan abrasi pantai, maka dari itu dengan menanam mangrove kita sudah mendukung program pemerintah untuk mencegah dan mengurangi abrasi pantai akibat hantaman ombak terus menerus ini," katanya, Senin (7/10/2019).

Adi mengatakan, reboisasi hutan mangrove merupakan salah satu program dari Gubernur Kalimantan Barat, yang mana itu juga salah satu visi misi Pemerintah Provinsi yang berkomitmen membangun Kalbar dari daerah pesisir.

Baca: Muhammad Pagi Berharap Program Penanaman Mangrove Sebagai Cara Utama Mengembalikan Ekosistem Alam

Baca: VIDEO: Hutan Mangrove di Kabupaten Mempawah Dimanfaatkan Jadi Objek Wisata

"Dari 14 juta hektar daerah Kalimantan Barat, panjang daerah pesisir ada 2400 kilometer dari 2400 itu 3300 hektarnya adalah wilayah perairan, dan itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk melakukan pencegahan abrasi di garis pantai," paparnya.

Adi menjelaskan, untuk memperkuat pertahanan daratan dari hataman ombak di bibir pantai, hutan mangrove menjadi benteng pertama yang harus dipertahankan.

"Kalimantan Barat mempunyai 150 ribu hektar, dan yang ada di Kabupaten Mempawah ini sekitar 1600 hektar, dan sebagian besarnya sudah abrasi, maka dari itulah hutan mangrove ini harus kita pertahankan dengan berbagai cara, salah satunya reboisasi," jelasnya.

Untuk menangani luasnya lahan yang sudah abrasi tersebut, Adi menjelaskan bahwa perlu adanya penanganan khusus seperti yang dilakukan di Kabupaten Mempawah, yang telah menjadikan hutan mangrove sebagai objek wisata.

"Gubernur menginginkan semua pihak bekerjasama dengan pemerintah untuk melakukan penanaman mangrove, selain itu hutan mangrove juga harus memberikan income kepada masyarakat, seperti contoh hutan mangrove itu merupakan tempat berpijaknya beraneka ragam satwa seperti kepiting yang berpotensi ekonomis," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved