Alumnus Lemhanas, AM Putut Prabantoro: Merawat Indonesia Itu Ibarat Memasak

Alumnus Lemhanas, AM Putut Prabantoro: Merawat Indonesia Itu Ibarat Memasak

Alumnus Lemhanas, AM Putut Prabantoro: Merawat Indonesia Itu Ibarat Memasak
istimewa
Peserta pembekalan “KAMPUS DAN MASA DEPAN INDONESIA” berfoto bersama dengan WADIR I Poltekpar Medan Femmy Indriany Dalimunthe dan Narasumber AM Putut Prabantoro, Alumnus Lemhannas RI PPSA XXI (tengah), Poltekpar Medan, Kamis (03/10/2019) lalu. 

Nama kopi itu menjelaskan asal dari tumbuhan itu ditanam atau berasal seperti kopi Gayo, Sidikalang, Sinabung, kopi NTT, Kopi Toraja dll.

“Namun yang terjadi adalah, sebagian anak muda menyukai kopi asing yang dianggap lebih modern dan bergaya hidup. Padahal kopi asing itu bahannya dari Indonesia dan diolah di negara tujuan dan kemudian dikonsumsi oleh anak muda Indonesia," katanya.

"Seharusnya, bangsa Indonesia dapat membuat kopi-kopi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para mahasiswa dapat membuat kopi jenis baru yang merupakanhasil campuran dari berbagai kopi di Indonesia dan kemudian dinamakan kopi NKRI,” tambah Alumnus PPSA XXI itu.

Baca: Bupati Sanggau Targetkan Mal Pelayanan Publik Beroperasi Tahun 2020

Seperti halnya kopi, diurai lebih dalam, di Indonesia terdapat berbagai suku. Semua suku memiliki kekhasan, keunikan dan kehebatannya.

Suku-suku ini menjadi berharga dan bernilai ketika hidup berdampingan menjadi satu karena di situlah substansinya.

Semua suku dalam ikatan NKRI sama berharganya dan di tangan “barista” masa depan, semua suku di Indonesia akan semakin menjadi kekuatan yang tiada tandingnya.

Dan Indonesia membutuhkan banyak “barista” kebangsaan agar kekayaan keberagaman itu menjadi kekuatan yang tak terpecahkan.

(*)

Penulis: Haryanto
Editor: Haryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved