Malaysia Ikuti Jejak Indonesia Musnahkan Kapal Pencuri Ikan

Langkah Indonesia dalam melakukan tindak pemusnahan kapal ikan asing diikuti oleh negara tetangga yakni Malaysia.

Malaysia Ikuti Jejak Indonesia Musnahkan Kapal Pencuri Ikan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berfoto bersama dengan Forkopimda Kalbar, sebelum melanjutkan perjalan ke Perairan Tanjung Datuk Kabupaten Mempawah dalam rangka penenggelaman kapal ikan asing, Minggu (6/10). 

Malaysia Ikuti Jejak Indonesia Musnahkan Kapal Pencuri Ikan

PONTIANAK - Langkah Indonesia dalam melakukan tindak pemusnahan kapal ikan asing diikuti oleh negara tetangga yakni Malaysia.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat memimpin penenggelaman kapal ikan asing di Perairan Tanjung Datuk, Kabupaten Mempawah Minggu (6/10).

Ia mengatakan, Malaysia ikut melakukan peledakan kapal terhadap pelaku tindak pidana pencurian ikan di wilayahnya.

"Mereka mengikuti jejak kita. Itu satu-satunya cara efektif untuk menunjukkan kedaulatan negara," ujarnya.

Rencana penenggelaman kapal oleh pemerintah Malaysia, menurut Susi, diketahuinya pada bulan lalu saat berkunjung ke negara jiran tersebut. Menteri Pertanian dan Perikanan Malaysia, menyatakan akan melakukan penenggelaman kapal juga.

Susi menjelaskan, penenggelaman kapal, selain menunjukkan kedaulatan negara dan menegaskan komitmen terhadap penegakan hukum kasus tindak pidana pencurian ikan, juga membuat efek jera. Maka, pelelangan kapal asing yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap bukan jalan keluar yang ideal.

Baca: Menteri Susi Pimpin Penenggelaman 18 Kapal Asing Pencuri Ikan di Pontianak

Baca: Astra Apresiasi Generasi Muda Lewat SATU Indonesia Award

Baca: Polisi, PSDKP, dan Dinas Perikanan Patroli Ilegal Fishing di Kapuas Hulu

"Kalau lelang, menang dengan Rp 2 Miliar, bisa dibeli lagi oleh sindikat mereka. Itu (nilai lelangnya) kecil buat mereka," kata Susi.

Sementara kapal asing yang berlayar untuk menangkap ikan biasanya rombongan dan tiap trip rombongan mendapatkan hasil tangkap ilegal senilai Rp 10 Miliar per kapal.

Susi juga menyebutkan, penenggelaman kapal sangat berpengaruh terhadap nilai ekspor ikan Indonesia. Tidak hanya itu, nilai tukar nelayan pun naik.

Maka sangat penting segala upaya dilakukan untuk mempertahankan kekayaan alam Indonesia.

"Ikan merupakan potensi sumber daya alam yang dapat diperbaharui, beda dengan kepala sawit, atau tambang," katanya.

Potensi ikan di Indonesia sangat besar, sehingga sumber daya ini sangat penting dijaga agar lestari. Hal ini yang mendasari pemerintah mengeluarkan regulasi terkait alat tangkap nelayan.

Susi bahkan memperkirakan kedepannya kebutuhan akan pangan meningkat dan konflik politik di masa depan adalah pangan dan energi. Masalahnya, penduduk Indonesia bertambah setengah persen setiap tahunnya.

"Kita perlu makan, maka kita harus support masyarakat dengan makanan yang kaya protein," ucapnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan pada pekan ini menenggelamkan 42 kapal asing kasus pencurian ikan di Indonesia. Di Kalimantan Barat telah dihancurkan 21 kapal asing. Tiga di antaranya telah dihancurkan menggunakan alat berat di Pemangkat, Kabupaten Sambas.

Sebanyak 18 kapal lainnya ditenggelamkan diperairan Tanjung Datuk, Kabupaten Mempawah, yang dipimpin langsung oleh Menteri Susi Pudjiastuti.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved