Kadis Perumahan dan Permukiman Fuadi Yusla Tegaskan Bangunan Ditepian Harus Menghadap Sungai

Fuadi Yusla menjelaskan semenjak beberapa tahun terakhir memang pembangunan rumah toko (Ruko) yang ada di tepian harus menghadap ke sungai

Kadis Perumahan dan Permukiman Fuadi Yusla Tegaskan Bangunan Ditepian Harus Menghadap Sungai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kepa Dinas Perumahan dan Permukiman Rakya Kota Pontianak, Fuadi Yusla 

Kadis Perumahan dan Permukiman Fuadi Yusla Tegaskan Bangunan Ditepian Harus Menghadap Sungai

PONTIANAK - Kepa Dinas Perumahan dan Permukiman Rakya Kota Pontianak, Fuadi Yusla menjelaskan semenjak beberapa tahun terakhir memang pembangunan rumah toko (Ruko) yang ada di tepian harus menghadap ke sungai.

Fuadi Yusla menambahkan saat ini bagian penataan ruang sudah berada dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sehingga konsep mengenai aturan mengarahkan setiap pembangunan ruko menghadap sungai lebih banyak informasinya.

"Saat ini penataan ruang sudah berada di PUPR. Waktu dulu, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masih berada Dinas Cipta Karya dan saya Kadisnya, ada beberapa ruko yang terbakar dan dibangun kembali sudah menghadap sengai," ucap Fuadi Yusla, Minggu (6/10/2019).

Ia menegaskan penataan tepian kapuas memang terus dilanjutkan oleh Pemkot Pontianak.

Baca: Edi Kamtono Tegaskan Akan Bangun Waterfront Kapuas Indah-Shanghie, Bangunan Harus Menghadap Sungai

Baca: Polsek Sungai Raya Ringkus Pelaku Pencuri Tempat Dupa di Klenteng Kumpai

Baca: VIDEO: Ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) di Provinsi Seribu Sungai | UAS: Tinggi Sekali Mimbarnya!

Tahun depan 2020, Pemkot Pontianak sudah menganggarkan pembangunan promenade atau waterfront dari belakang Kapua Indah menuju Shenghie.

"2020 kan dianggarkan lagi, pembangunan terus dilanjutkan untuk melaksanakan penataan sehingga memberikan kesan yang menarik," tambahnya.

Aturan meminta masyarakat untuk menghadapkan bangunan kesungai, ditegaskan Fuadi bukanlah baru-baru ini.

Oleh sebab itulah, otomatis apabila dibangun ruko-ruko yang ada di Jalan Sultan Muhammad harus menghadap ke Sungai Kapuas.

Saat ini, banyak menurutnya bangunan yang ada di Tepian Sungai Kapuas yang sudah tidak layak dab tidak memenuhi syarat. Sehingga saat mereka melakukan pembangunan dan rehab harus mengikuti aturan menghadap kesungai.

"Sekarang banyak bangunan yang tidak memenuhi syarat dan saat mereka mau merehap atau membangun ulang maka diarahkan menghadap sungai," tegasnya.

Kemudian saat bangunan warga yang berada ditepian sungai terkena saat proses pembangunan waterfront, Pemkot ditegaskannya tidak memberikan ganti rugi.

Sama halnya yang ada di segmen, Pelabuhan Senghie - Kampung Kamboja. Pemkot Pontianak hanya memberikan taliasih, pasalnya bangunan berdiri diatas garis sempadan sungai.

Aturan perizinan bangunan memang berada di PUPR, namun mengenai adanya dampak terhadap bangunan dari proses pembangunan, ia menyebutkan urusannya berada di Perkim.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved