Kemendikbud Dukung Festival Rera Tumding, Momen Keakraban Tujuh Suku Asli Halmahera Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Platform Indonesiana Direktorat Jenderal Kebudayaan mendukung pelaksanaan Festival Rera Tumding

Kemendikbud Dukung Festival Rera Tumding, Momen Keakraban Tujuh Suku Asli Halmahera Barat
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Festival Rera Tumding 

Citizen Reporter
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kemendikbud Dukung Festival Rera Tumding, Momen Keakraban Tujuh Suku Asli Halmahera Barat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Platform Indonesiana Direktorat Jenderal Kebudayaan mendukung pelaksanaan Festival Rera Tumding di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara.

Festival Rera Tumding menjadi momen keakraban tujuh suku asli Halmahera Barat.

Di antaranya suku Sahu, Wayoli, Gamkonora, Tobaru, Loloda, Pagu, dan Gorap.

Bupati Halmahera Barat, Danny Mise mengungkapkan pentingnya festival Rera Tumding untuk menjaga kebersamaan tujuh suku asli Halbar dan sekitar 12 suku pendatang.

“Dengan keberagaman suku di Halbar yang kita angkat menjadi satu wadah ‘marimoi ngone futuru’ dan selalu harmoni untuk kabupaten Halbar dalam rangka memperkenalkan kepada generasi muda,"

"Agar adat istiadat ini jangan sampai hilang dan membuka wawasan untuk generasi muda agar bisa memperkenalkan kebudayaan itu sendiri,” tutur Bupati Halbar usai pembukaan Festival Rera Tumding di Jailolo, Halbar, Senin (30/9).

Baca: Kemendikbud Terbitkan Surat Edaran Cegah Keterlibatan Peserta Didik Dalam Aksi Unjuk Rasa

Baca: Kemendikbud Beri Dana BOS Afirmasi dan Kinerja pada 135 Sekolah Jenjang SMA/SMK/SLB Negeri di Kalbar

Baca: Syarat dan Kriteria Sekolah Penerima Dana BOS Afirmasi dan Kinerja dari Kemendikbud

Kepala Subdirektorat Sejarah, Agus Widyatmoko yang mewakili Direktur Jenderal Kebudayaan menyampaikan bahwa fokus utama platform Indonesiana adalah pada proses, bukan sekadar penyelenggaraan event saja.

“Tujuan dari platform Indonesiana adalah penguatan kapasitas tata kelola pelaku budaya, pemilik budaya dalam menyelenggarakan dan mengekspresikan budaya yang ada di Halbar,” kata Agus.

Halaman
12
Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved