Wagub Kalbar Minta Disdukcapil Kabupaten/Kota Bangun Inovasi Jemput Bola

Disdukcapil Kabupaten/Kota di Provinsi Kalbar yang belum mencapai targetnya sehingga dapat diupayakan program pelayanan jemput bola.

Wagub Kalbar Minta Disdukcapil Kabupaten/Kota Bangun Inovasi Jemput Bola
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wagub Kalbar, H Ria Norsan, usai membuka Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota tentang Pencapaian Target Nasional Akta Kelahiran di Hotel Kapuas Dharma, Kamis (3/10/2019). 

Citizen Reporter
Humas Pemprov Kalbar

Wagub Kalbar Minta Disdukcapil Kabupaten/Kota Bangun Inovasi Jemput Bola

PONTIANAK- Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten/Kota di Provinsi Kalbar untuk dapat meningkatkan pelayanan dengan inovasi jemput bola.

Ia mengatakan sejauh ini ada beberapa Kabupaten/Kota yang belum mencapai target.

"Kita harus tuntaskan target 85 persen dan berikan inovasi pelayanan dengan jemput bola," ujar H Ria Norsan, usai membuka Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota tentang Pencapaian Target Nasional Akta Kelahiran di Hotel Kapuas Dharma, Kamis (3/10).

Dikatakannya, saat ini ada beberapa Disdukcapil Kabupaten/Kota di Provinsi Kalbar yang belum mencapai targetnya sehingga dapat diupayakan program pelayanan jemput bola.

Baca: Warga Keluhkan Stok Blanko KTP-el, Ini Jawaban dari Disdukcapil Pontianak

Baca: Cara Pengantrean Online di Disdukcapil dan Kuota Perharinya

Pemerintah Provinsi dan Instansi/Lembaga terkait harus menyamakan persepsi sekaligus evaluasi terkait pencapaian target nasional kepemilikan akta kelahiran di Provinsi Kalbar.

Akta kelahiran sebagai salah satu output pelayanan dibidang pencatatan sipil, merupakan representasi pengakuan negara atas status sipil seorang warga negara, dan sebagai bentuk perlindungan negara terhadap hak anak.

Oleh karena itu, masih kata Mantan Bupati Mempawah, dalam mewujudkan tanggung jawab negara tersebut pemerintah melalui Ditjen Dukcapil Kemendagri telah bersungguh-sungguh melakukan berbagai upaya konkrit melalui penguatan regulasl baik berupa undang-undang maupun peraturan pelaksanaannya.

Dijelaskannya, pelayanan dibidang administrasi kependudukan yang semakin baik menjadi hal wajib yang harus segera diwujudkan dalam rangka memberikan layanan yang murah,mudah dan cepat.

"Jajaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dengan menerapkan Inovasiyang berbasis teknologi d|gital. Inovasi berbasis teknologi digital sejatinya merupakan bagian dari tuntutan era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan pergeseran era manual menjadi era digital," ingatnya.

Revolusi industri 4.0 pada kenyataannya telah mengubah hldup dan kerja manusia secara Fundamental. Revolusi industri menjadikan semua aktivitas menjadi serba otomatis bahkan cenderung robotisasi.

Berkaitan dengan era revolusi industri 4.0, maka aparatur sipil negara sebagai pelayan publik dituntut untuk bekerja lebih maksimal.

“Mindset sebagai pelayan publik tidak lagi bermental dilayani, melainkan mental melayani. intinya harus ada perubahan, sebab jika kita tidak berubah, maka kita akan tertinggal," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved