VIDEO: Edi Kamtono Jelaskan Teknologi Pengolahan Air Asin Jadi Tawar Butuh Investasi Rp 800 Miliar

Saat kemarau PDAM Kota Pontianak mengolah air asin lantaran Sungai Kapuas interupsi air laut dan terjadinya air gambut yang turun di Sungai Kapuas.

VIDEO: Edi Kamtono Jelaskan Teknologi Pengolahan Air Asin Jadi Tawar Butuh Investasi Rp 800 Miliar

PONTIANAK- Persoalan ketersediaan air baku untuk PDAM Kota Pontianak memang selama ini selalu mengalami persoalan.

Pasalnya Pontianak hingga saat ini masih mengandalkan Sungai Kapuas.

Sehingga saat kemarau PDAM Kota Pontianak mengolah air asin lantaran Sungai Kapuas interupsi air laut dan terjadinya air gambut yang turun di Sungai Kapuas.

Seperti saat ini air produksi PDAM musim kemarau asin.

Baca: Kisruh Air Asin, DPRD Pontianak Desak Wali Kota Copot Direktur PDAM

Baca: Edi Kamtono Harap Ada Teknologi Murah Pengolahan Air Gambut dan Air Asin Sebagai Air Baku PDAM

Hal tersebut terjadi karena Kota Pontianak berada di dekat Muara Sungai Kapuas.

Penyediaan air baku bukanlah semata tanggungjawab Pemkot Pontianak namun tamggung jawab pemerintah pusat atau provinsi.

Oleh karena itu, harus ada koordinasi antara Pemkot Pontianak dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk penyediaan air baku.

Sebetulnya pemerintah pusat sudah membangun Waduk Penepat dengan luas sembilan hektare namun yang baru terbangun dua hektare.

"Dengan jarak kurang lebih 25 Km dari Jalan Imam Bonjol dan pipa pengantar berdiameter 800 mm," ucap Edi Kamtono, Kamis (3/10/2019).

Saat dipergunakan pipa tersebut terpulir, sehingga harus diperbaiki tapi masih ada kendala karena mengalami kebocoran.

Padahal itu mampu mensuplai 400 liter perdetik.

Sebetulnya apabila banyak uang, boleh saja membuat konsep pengolahan air asin Reverse Osmosis (RO) namun dengan biaya investasi besar mencapai Rp800 miliar. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved