Sepanjang 2019, Tercatat Sedikitnya Delapan Kasus Kematian Akibat Rabies di Kalbar

Munsif meminta masyarakat harus mengenali ciri hewan yang terkena infeksi rabies. Perilaku hewan terinfeksi rabies akan agresif, gelisah, takut cahaya

Sepanjang 2019, Tercatat Sedikitnya Delapan Kasus Kematian Akibat Rabies di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ALFON PARDOSI
ILUSTRASI - Suntik vaksin rabies oleh Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Bidang Peternakan Landak. 

Sepanjang 2019, Sedikitnya Tercatat Delapan Kasus Kematian Akibat Rabies di Kalbar

PONTIANAK - Sejak 2014 lalu Kalimantan Barat menjadi daerah yang diserang virus rabies. Sudah banyak korban jiwa, bahkan sempat menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kemudian dari 14 kabupaten-kota, hanya Kota Pontianak yang terbebas dari rabies. Sedangkan daerah lainnya sudah terserang rabies.

Sepanjang 2019 disebutkan Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Munsif ada delapan kasus kematian diakibatkan rabies yang ditularkan oleh hewan.

Dari delapan korban sampai hari ini disebutnya paling banyak pada Kabupaten Sanggau dengan lima kasus kematian, sementara Sekadau,  Landak dan Sambas masing-masing satu kasus. 

Baca: Delapan Orang di Kalbar Meninggal Karena Rabies Selama 2019

Baca: Berhasil Tangani Rabies, Dubes AS Belajar ke Ketapang

"Tahun ini sudah ada delapan kasus kematian karena rabies dan lebih kecil dari tahun sebelumnya, karena tahun 2018 ada 24 korban," ucap Munsif saat diwawancarai, Jumat (4/10/2019).

Untuk mencegah penularan rabies, Munsif tegaskan telah dilakukan pencanangan vaksin serentak seluruh Kalbar pada tanggal 24 September lalu.

"Pencanangan dilakukan 24 September lalu dan kita targetkan se Kalbar ada 70.012 ekor hewan penular rabies (HPR) yang divaksin.
Sampai dengan tanggal pencanangan itu sebetulnya sudah ada 30.450 ekor hewan yang divaksin," ucapnya.

Hingga akhir Oktober ini, Munsif menegaskan dari target yang ada harus selesai. Hewan utama penular rabies pada manusia didominasi anjing, sebagian kecil kucing.

"Tapi kasus terbukti rabies selama ini di Kalbar 99 persen adalah anjing.  Hewan penularnya memang bisa dari kucing, kera maupun kelelawar," tegasnya. 

Baca: Ratusan Anjing, Kucing, dan Kera di Desa Sekais Disuntik Rabies

Baca: VIDEO: Penjelasan Tika Nurhayati Terkait Jumlah Vaksinasi Rabies di Mempawah Yang Sudah Dilakukan

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved