LP2M IAIN Pontianak Gelar Kegiatan di Madrasah Binaan, Wakil Rektor Sampaikan Hal Ini

Pendidikan yang diutamakan adalah pendidikan tentang akhlak. Namun kenyataannya banyak orang tidak pernah memulai pendidikan berpikir tentang akhlak

LP2M IAIN Pontianak Gelar Kegiatan di Madrasah Binaan, Wakil Rektor Sampaikan Hal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto saat kegiatan di Madrasah Binaan LP2M IAIN Pontianak, di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hasanah Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. 

LP2M IAIN Pontianak Gelar Kegiatan di Madrasah Binaan .Ini Yang Disampaikan Oleh Wakil Rektor

PONTIANAK - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak menggelar acara di Madrasah Binaan di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hasanah Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr Firdaus Achmad, menyampaikan bahwa guru harus fokus pada tugas akademis yang ada dalam isi pikiran anak didiknya.

Hal tersebut disampaikannya saat menyampaikan materi pada Kegiatan Madrasah Binaan, Sabtu (28/9/2019).

Ia menuturkan jika tugas guru atau tenaga pengajar yang paling utama harus diurus yaitu tentang pola pikir anak didiknya dan keterampilan menyampaikan materi di depan kelas. Bukan sibuk memikirkan tampilan dan gaya berpakaian anak didiknya. 

Baca: Alumni KPI IAIN Pontianak Buka Donasi untuk Anisa Korban Fortuner Maut

Baca: Kampung Riset IAIN Pontianak Tembus Jurnal SINTA 2 UIN Sunan Ampel Surabaya

"Ada teori yang sebenarnya tidak terbantahkan yaitu apapun yang kita ucapkan maupun yang kita lakukan, bermula pada apa dan bagaimana yang kita pikirkan. Tugas guru benahi dan fokus pada apa yang ada di dalam batok kepala anak didiknya," ujarnya.

Menurutnya, perilaku memang penting. Namun jauh lebih penting apabila menanamkan hal-hal positif dalam pikiran peserta didik terlebih dahulu.

Sehingga apabila dalam pikirannya diiisi dengan hal-hal yang baik, maka dengan sendirinya perilaku akan ikut baik. Oleh karenanya peran madrasah sangatlah penting dalam menjawab tantangan zaman. 

Baca: LP2M IAIN Pontianak Dorong Efektivitas Manajemen Madrasah

Baca: Satu dari Lima Korban Fortuner Maut di Landak Alumni IAIN Pontianak, Begini Kondisinya Sekarang

Pendidikan yang diutamakan adalah pendidikan tentang akhlak. Namun kenyataannya banyak orang yang tidak pernah memulai pendidikan berpikir tentang akhlak.

“Hakikat dari Pendidikan itu belajar. Tugas guru di hadapan siswa yaitu belajar untuk menawarkan kecerdasan. Kalau murid belajar untuk mencapai kecerdasan. Education is mutual learning. Pernahkah kita belajar dari kesederhanaan murid kita, pernahkah kita belajar dari kecerdasan murid kita, coba kita evaluasi masing-masing," ujarnya.

Menurutnya, setidaknya empat sifat nabi yaitu shiddiq, tabligh, amanah, fathanah dapat diterapkan oleh guru madrasah dalam menerapkan pembelajaran di kelas. Empat hal ini harus diterapkan oleh guru untuk mengubah paradigma dan pandangan orang tentang madrasah.

“Jika gurunya hebat, maka muridnya akan hebat. Guru yang hebat yaitu guru yang melahirkan orang-orang hebat. Guru tidak butuh apa-apa, melainkan orang yang akan melahirkan siapa-siapa. Itulah kemuliaan guru ," pungkasnya. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved