Ramondang Memilih Aktif Dibidang Sosial dan Keagamaan Setelah Pensiun

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji bersama Wagub Kalbar H Ria Norsan melepas 284 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemprov Kalbar

Ramondang Memilih Aktif Dibidang Sosial dan Keagamaan Setelah Pensiun
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto purna bakti yang menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP Kalbar, Ramondang usai menghadiri pelepasan purna bakti di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (2/10/2019). 

Ramondang Memilih Aktif Dibidang Sosial dan Keagamaan Setelah Pensiun

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji bersama Wagub Kalbar H Ria Norsan melepas 284 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemprov Kalbar yang memasuki masa purna bakti di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (2/10/2019).

Acara tersebut mengusung tema tentang "Sejuta Motivasi Membangun Energi Positif di Hari Tua".

Satu diantara Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemprov Kalbar yang memasuki masa purna bakti yang menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP Kalbar, Ramondang (58) mengatakan usai bertugas menjadi PNS kedepan ia akan banyak melakulan kegiatan di bidang sosial dan membuka usaha karena sudah banyak waktu luang.

"Karena nantinyakan gaji PNS akan berbeda ketika sudah pensiunan," ucapnya.

Ia mengatakan apa saja kegiatan sosial akan ia lakukan , dan juga di bidang keagamaan.

Baca: MotoGP 2019 - Performa Valentino Rossi Menurun Drastis, Legenda MotoGP Sarankan Pensiun?

Baca: Cegah Stres Pensiunan PNS, BKPSDM Kubu Raya Berikan Pembekalan

Baca: Gebby Vesta Mengaku Transgender! 19 Tahun Sembunyikan Fakta & Nyatakan Pensiun dari Dunia Entertain

" Setelah pensiun maka otomatis waktu dengan keluarga akan lebih banyak lagi . Kemudian bisa menyalurkan hobi dan bisa leluasa jalan- jalan ," ujarnya.

Ia mengatakn sudah daru tahun 1990 bekerja menjadi PNS berawal dari dulunya yang hanya bekerja sebagai guru SMK.

"Saya tidak selamanya di Satpol PP hanya 8 tahun saja, selama ini saya ambil bidang hukum . Saya tidak di lapangan dan bagian sekretaris," ujarnya

Ia mengatakan saat bekerja yang paling sulit adalah mengkordinir bawahan dengan tipe yang berbeda- beda, pandangam bawahan yang berbeda dan tentunya punya obsesi yang berbeda.

"Kita harus pandai melakukan kordinasi dan harus kuat dan kadang kala yang paling susah memikirkan kesejateraan anak buah bagaimana semuanya merasakan," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved