Pengamat Nilai Penataan Ruang Pontianak Sudah Mengarah Pada Penyediaan Kenyamanan

Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Teknik Untan Firsta Rekayasa Hernovianty, ST, MT mengatakan dirinya melihat, memang pemerintah

Pengamat Nilai Penataan Ruang Pontianak Sudah Mengarah Pada Penyediaan Kenyamanan
TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE
Pengolaan tata kelola keuangan Sekadau 

Pengamat Nilai Penataan Ruang Pontianak Sudah Mengarah Pada Penyediaan Kenyamanan

PONTIANAK - Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Teknik Untan Firsta Rekayasa Hernovianty, ST, MT mengatakan dirinya melihat, memang pemerintah Kota Pontianak berjibaku melakukan penataan ruang kota yang ada.

Dari dulu sudah banyak perubahan yang dibuat oleh pemerintah kota. Sejauh ini kita lihat penataan ruang yang dilakukan menjurus pada keindahan kota.

Artinya pemerintah setempat sudah berorientasi pada penyediaan kenyamanan untuk masyarakatnya. Jadi terkait teknis, kita melihat sudah banyak perbaikan yang dilakukan pemerintah.

Walaupun untuk persoalan penataan kota itu adalah hal yang sangat kompleks, menata ulang memang harus satu persatu, apalagi dengan keterbatasan anggaran daerah.

Tentunya penataan harus ada skala urgensi atau prioritaskan terlebih dahulu. Apakah itu drainasenya, jalannya, trotoarnya atau ruang terbuka publik lainnya.

Baca: Evaluasi Penataan Ruang, Pontianak Butuh Biaya Besar

Baca: Pemkot Pontianak Gelar Rakor Penataan Ruang

Baca: Komunitas Generasi Baru Singkawang Dukung Penataan Kota Pusaka

Masih ada tantangan dari penataan kota itu sendiri, biasanya lebih pada infrastruktur namun adapula masalah pelayanan sosial, layanan kesehatan, layanan pendidikan kita sudah melihat dari wali kota dulu hingga sekarang membuat perbaikan signifikan.

Persoalan penataan ruang kota yang masih banyak timbul memang berkaitan transportasi publik. Sebenarnya itu menjadi tantangan Pemkot Pontianak dalam penyediaan fasilitas, transportasi umum.

Sekarang sudah ada Trans Pontianak, tapi tidak berjalan maksimal dan masih terbatas.
Penyediaan angkutan umum juga harus dibarengi kesadaran dan minat masyarakat menggunakannya tinggi, karena kalau minat rendah akan sia-sia.

Kemudian kalau saya liat, pada dokumen tata ruang, tuntutan setiap kota itu harus punya RTRW sebagai panduan untuk pembangunan yang ada.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved